Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Industri Baja Optimalisasi Ceruk Pasar Dalam Negeri

Salah satu upaya untuk mengoptimalkan pasar domestik sekaligus mendorong Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) adalah menggelar forum bisnis.
Chairman The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA), Silmy Karim (kiri) dan Direktur Industri Logam Dasar Kementerian Perindustrian Liliek Widodo (kanan) saat konferensi pers dalam IISIA Business Forum 2022 di Surabaya, Kamis (1/12/2022)./Bisnis - Peni Widarti
Chairman The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA), Silmy Karim (kiri) dan Direktur Industri Logam Dasar Kementerian Perindustrian Liliek Widodo (kanan) saat konferensi pers dalam IISIA Business Forum 2022 di Surabaya, Kamis (1/12/2022)./Bisnis - Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA — Industri besi dan baja berupaya mengoptimalkan potensi ceruk pasar dalam negeri yang masih sangat besar dengan proyeksi kebutuhan baja nasional yang akan meningkat dari 16 juta ton saat ini akan menjadi 100 juta ton pada 2024.

Chairman The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA), Silmy Karim mengatakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan pasar domestik sekaligus mendorong Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), IISIA bersama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menggelar IISIA Business Forum (IBF) 2022 selama 1 -3 November 2022 di Grand City Surabaya.

“Pemeran adalah tempat bertemunya produsen dengan konsumen dan masyarakat sekaligus wadah untuk mengedukasi dan ujungnya komersial transaksi. Jadi IISIA Business Forum ini merupakan yang pertama kalinya digelar, mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan lagi di lokasi lainnya,” katanya dalam konferensi pers IISA Business Forum 2022, Kamis (1/12/2022).

Silmy memaparkan, industri baja nasional saat ini masih pada tahap pertumbuhan awal yang akan terus meningkat pesat seiring pertumbuhan ekonomi nasional. 

Konsumsi baja di Indonesia saat ini masih kurang dari 70 kg/kapita/tahun, jauh tertinggal dari Korea Selatan 1.076 kg, China 667 kg, Jepang 456 kg, dan Amerika Serikat 291 kg.

Konsumsi baja di Indonesia juga masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga ASEAN seperti Malaysia 210,5 kg, Thailand 233,3 kg, dan Singapura 273,5 kg/kapita.

Untuk produksi baja kasar di Indonesia saat ini sebanyak 14,3 juta ton, jauh tertinggal dari China 1.032,8 juta ton, India 118,2 juta ton, Jepang 96,3 juta ton, AS 85,8 juta ton, Rusia 75,6 juta ton, dan Korea Selatan 70,4 juta ton.

“Dari data ini dapat kita simpulkan bahwa peluang berkembangnya industri baja nasional masih sangat besar sehingga kita dorong agar industri baja nasional dapat terserap oleh kebutuhan dalam negeri, dan pemerintah perlu membatasi importasi baja apalagi yang tidak memiliki SNI,” ujar Silmy.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto melalui sambungan video conference mengatakan industri baja nasional merupakan salah satu pilar utama bagi pembangunan Indonesia Maju. Untuk itu, ajang IBF yang diikuti 91 perusahaan, profesional dan institusi pendidikan ini dapat menumbuhkan sektor industri baja khususnya untuk memacu P3DN.

“Pemerintah sendiri akan terus mendorong hilirisasi agar menghasilkan produk turunan yang berdaya saing sehingga P3DN dapat tercapai, apalagi industri baja ini menghasilkan banyak sekali industri lain seperti konstruksi, otomotif, dan pembangkit listrik,” katanya.

Dia mengatakan hingga kuartal III/2022, pertumbuhan industri baja nasional mencapai 20,16 persen (yoy), dan kinerja ekspor yang tumbuh 39,55 persen. Bahkan pada 2030 diproyeksikan ekspor baja bisa mencapai US$80 miliar.

“Untuk mendorong industri ini, pemerintah memberikan insentif seperti tax holiday, tax allowance, dan pengurangan harga gas bumi,” imbuhnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper