Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemkot Surabaya Alokasikan Rp 3 Trillun dari APBD untuk UMKM di 2023

Alokasi APDB untuk belanja produk UMKM ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat sekaligus pemberdayaan UMKM di Surabaya.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 30 November 2022  |  00:30 WIB
Pemkot Surabaya Alokasikan Rp 3 Trillun dari APBD untuk UMKM di 2023
Ilustrasi UMKM - surakarta.go.id
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp3 triliun pada tahun 2023 mendatang.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan alokasi APDB untuk belanja produk UMKM ini pun dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat sekaligus pemberdayaan UMKM di Surabaya.

“Kita manfaatkan APBD kita untuk UMKM. Ini uangnya rakyat kok. Bukan uangnya wali kota. Harus kembali ke rakyat, ke UMKM, dan bagi UMKM ayo persiapkan diri, lengkapi dengan legalitas, nanti bisa nikmati kue APBD Surabaya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (29/11/2022).

Dia mengatakan belanja APBD Kota Surabaya untuk sektor UMKM hingga 25 November 2022 tercatat telah mencapai Rp1,2 triliun, dan realisasi belanja untuk Produk Dalam Negeri (PDN) sebesar Rp1,7 triliun.

Berdasarkan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada Rakor Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Instruksi Presiden No.2 Tahun 2022, belanja APBD Kota Surabaya untuk UMKM dan PDN tercatat sebagai yang terbesar se-Indonesia dibandingkan semua kota se-Indonesia berdasarkan

“Pemkot Surabaya telah dan akan terus mengoptimalkan belanja untuk UMKM dan produk dalam negeri. Ini soal keberpihakan ke ekonomi rakyat. APBD jangan lagi hanya dinikmati pabrikan-pabrikan besar. Harus semakin banyak UMKM yang menikmati APBD,” ujarnya.

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya sendiri memiliki inovasi yang melibatkan UMKM serta meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Di antaranya adalah produksi paving yang melibatkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan hasil produksinya dibeli Pemkot Surabaya melalui APBD. Program pavingisasi ini menyentuh ke seluruh penjuru kampung di Surabaya.

“Sebelumnya pembuat paving kita latih, dan lulus uji oleh Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya. Ada juga program Rumah Padat Karya berbagai kelurahan di Surabaya dengan memanfaatkan aset pemkot untuk kafe, barbershop, laundry, cuci motor, produksi kue, destinasi wisata, dan pertanian-perikanan yang melibatkan MBR,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, Pemkot Surabaya juga menggeber berbagai program yang melibatkan UMKM penjahit dan perajin di kampung-kampung. Pemkot Surabaya memesan ratusan ribu seragam dan sepatu untuk dibagikan gratis ke pelajar SD dan SMP dari keluarga kurang mampu.

“Sekali dayung tiga pulau terlampaui. Kita memberdayakan UMKM, memastikan seluruh pelajar bisa sekolah dengan nyaman karena punya seragam dan sepatu baru, sekaligus meringankan beban orang tua siswa,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya umkm apbd
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top