Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PHRI Jatim Proyeksikan Okupansi Maksimal di Akhir Tahun

MICE diperkirakan sudah berkurang pada Desember, namun tingkat hunian tetap dapat terdongkrak dengan momentum libur Nataru.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 24 November 2022  |  13:29 WIB
PHRI Jatim Proyeksikan Okupansi Maksimal di Akhir Tahun
Ilustrasi. Okupansi hotel diyakini terdorong momen Natal dan tahun baru 2023. - Ist
Bagikan

Bisnis.com, MALANG — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim memproyeksikan tingkat hunian di provinsi tersebut akan mengalami fully booked pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) karena terkendalinya Covid sehingga tidak ada pembatasan-pembatasan bagi wisatawan dan tempat-tempat pariwisata dari pemerintah.

Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono, mengatakan secara umum industri perhotelan di provinsi tersebut telah pulih, sama dengan kondisi sebelum Covid. Seperti pada Oktober, rerata tingkat hunian sudah mencapai 50-60 persen.

“November diproyeksikan lebih bagus yang banyak disumbang kegiatan MICE,” katanya, Rabu (23/11/2022).

Pada Desember, kata dia, MICE diperkirakan sudah berkurang, namun tingkat hunian tetap dapat terdongkrak dengan momentum libur Nataru.

Pada libur Nataru, dia memproyeksikan, tingkat hunian diperkirakan capai fully booked. Hal itu terjadi karena masyarakat sudah dua tahun tidak bisa melakukan aktivitas libur dengan menginap di hotel dengan leluasa karena pandemi Covid.

Adapun yang dikhawatirkan pengelola hotel yakni fenomena bencana alam. Banyaknya bencana alam diproyeksikan akan dapat mengurangi minat wisatawan untuk berwisata.

Terkait kegiatan pesta Old and New, menurut Dwi, sampai saat ini tidak ada larangan dari pemerintah. Oleh karena itulah, pengelola hotel diperkirakan akan membuat kegiatan Old and New.

“Karena itulah, teman-teman sepakat, jika menggelar Old and New mereka akan membatasi jumlah pengunjung hanya antara 60-70 persen dari kapasitas tempat,” ujarnya.

Pembatasan itu dilakukan juga untuk keamanan dan kenyamanan dari tamu. Jangan sampai terjadi desak-desakan yang bisa berdampak fatal bagi pengunjung.

Terkait penjualan kamar dan event, kata dia, pengelola masih menahan diri. Masih wait and see.

Hal itu berkaca pada 2021. Tahun lalu, pengelola banyak yang merugi karena harus mengembalikan tiket dan membayar talent tapi kegiatan tidak bisa digelar karena Covid meningkat.

“Karena itulah, pengelola masih wait and see. Kemungkinan mereka aktif menjual paket kamar dan event pada Desember setelah kondisi dinilai aman,” ujarnya.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel perhotelan malang jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top