Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemuda Madiun dalam Kasus Bjorka Wajib Lapor Dua Kali Sepekan

Tidak ditahannya pemuda asal Madiun yang tersangkut kasus hacker Bjorka itu karena dirinya dianggap kooperatif.
Imam Yuda Saputra
Imam Yuda Saputra - Bisnis.com 18 September 2022  |  01:13 WIB
Pemuda Madiun dalam Kasus Bjorka Wajib Lapor Dua Kali Sepekan
Ilustrasi. - youtube
Bagikan

Bisnis.com, MADIUN — Pemuda asal Madiun, Muhammad Agung Hidayatullah (MAH), 21, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus peretasan oleh hacker Bjorka memang tidak ditahan dan diizinkan pulang. Kendati demikian, MAH tetap dikenakan wajib lapor ke Polres Madiun dua kali dalam sepekan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, Jumat (16/9/2022). Dedi menyebut MAH tidak ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun hanya dikenakan wajib lapor.

“Yang bersangkutan [MAH] tersangka dan tidak ditahan, dikenakan wajib lapor,” kata Dedi dikutip dari laman humas.polri.go.id, Sabtu (17/9/2022).

Sementara itu, Jubir Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, menyebut tidak ditahannya pemuda asal Madiun yang tersangkut kasus hacker Bjorka itu karena dirinya dianggap kooperatif.

“[Tersangka bersikap] kooperatif,” ujar Ade dalam keterangan terpisah.

Polri juga menyatakan jika MAH memiliki motif ingin membantu hacker Bjorka agar terkenal dan mendapatkan uang atas perbuatannya. “Motif tersangka, membantu Bjorka agar dapat menjadi terkenal dan mendapatkan uang,” jelas Ade.

Pemuda berusia 21 tahun yang tersangkut kasus peretasan hacker Bjorka itu ditangkap di Madiun, Jawa Timur (Jatim), Rabu (14/9/2022). Namun, pada Jumat (16/9/2022), ia telah dipulangkan ke rumahnya.

Ade mengatakan MAH dianggap berperan dalam membantu aksi peretasan yang dilakukan hacker Bjorka dengan membuat akun Telegram dengan nama Bjorkanism. Melalui akun tersebut, MAH pernah melakukan tiga unggahan terkait Bjorka yakni pada 8 September 2022 yang bertuliskan “stop being idiot”.

Kemudian pada 9 September 2022 unggahan soal “the next leaks will come from the president of Indonesia” dan tanggal 10 September 2022 berupa tulisan, “to support people who has struggling by holding demonstration in Indonesia regarding the price fuel oil, i will publish my Pertamina database soon.”

Sementara itu, pemuda asal Madiun tersebut telah mengaku jika dirinya menjual akun Telegram dengan nama Bjorkanism kepada hacker Bjorka. Akun tersebut dijual dengan harga 100 dolar AS.

MAH mengaku awalnya, hacker Bjorka membuat pengumuman untuk membeli akun dengan nama Bjorkanism. Ia kemudian menghubungi Bjorka melalui secara direct message (DM).

“Dalam percakapan di channel privasi tersebut, Bjorka membuat pengumuman yang punya akun @Bjorkanism akan dibeli seharga 100 dolar. Lalu saya DM dia, ternyata memang Bjorka itu,” ujar MAH.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bjorka hacker madiun

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top