Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sate Kelopo Ondomohen Bu Asih, Kuliner Wajib untuk Pelancong Surabaya

Beberapa tokoh publik yang pernah makan sate Kelopo Ondomohen Bu Asih adalah almarhum Gus Dur, almarhum Bondan Winarno hingga Megawati Soekarnoputeri.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 10 September 2022  |  23:30 WIB
Sate Kelopo Ondomohen Bu Asih, Kuliner Wajib untuk Pelancong Surabaya
Sate Kelopo Ondomohen Bu Asih berlokasi di ujung gang Ondomohen Magersari II atau Jalan Wali Kota Mustajab Surabaya Nomor 36 - Tripadvisor.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sate Kelopo Ondomohen Bu Asih kini menjadi salah satu kuliner khas Surabaya yang wajib dikunjungi ketika kita sedang melancong ke kota pahlawan tersebut.

Sate Kelopo Ondomohen Bu Asih sudah ada sejak tahun 1945 bertepatan dengan tahun kemerdekaan Indonesia hingga hari ini.

Nama sate kelopo atau Klopo diambil dari bahasa Jawa yang artinya sate kelapa. Sementara itu, Ondomohen diambil dari bahasa kolonial Belanda yang artinya Balai Kota.

Pada masa kolonial atau tahun 1867, peta klasik di Surabaya menunjukkan bahwa sekitar warung sate itu ada sungai kecil yang mengalir ke utara dan melewati Kapasari-Kapasan dan Simokerto hingga ke Balai Kota dan sungai itu disebut dengan Kali Ondo.

Belakangan, nama jalan Ondomohen diganti jadi Van Deventerlaan atau Jalan Genteng pada tahun 1916 sampai saat ini.

Sate Palopo itu diolah menggunakan sejumlah rempah dan kelapa, kemudian tinggal dibakar, lalu disajikan ke pembeli bersama lontong atau nasi yang ditaburi serundeng.

Berbeda dengan sate khas Madura, sate kelopo ini cukup variatif. Tidak hanya kambing dan ayam, tapi juga ada sate daging atau lemak yang jadi favorit para pembeli, kemudian sate usus, sate sumsum, sate otot dan sate sapi.

Harga yang dikenakan ke pembeli juga tidak mahal berkisar Rp25.000-Rp37.000 per porsi sate, tapi harga tersebut belum termasuk nasi atau lontong.

Sate kelopo yang berlokasi di Jalan Wali Kota Mustajab tersebut buka sejak pukul 07.00 WIB-23.30 WIB dan selalu ramai dikunjungi pembeli. Bahkan, tidak sedikit pembeli yang rela antri untuk menikmati sate kelopo itu.

Mengingat tempat makannya yang tidak terlalu besar, maka pembeli disarankan untuk langsung menempati tempat yang kosong agar tidak diselak oleh pembeli lainnya. Sate kelopo itu sudah sering dikunjungi oleh artis Ibukota maupun sejumlah pejabat Pemerintahan Pusat dan daerah.

Setiap ada tokoh publik yang datang, pemilik sate kelopo itu langsung mengajak berfoto dan besoknya langsung muncul di dinding warung.

Beberapa tokoh publik yang pernah makan sate di warung Bu Asih adalah almarhum Gus Dur, almarhum Bondan Winarno hingga Megawati Soekarnoputeri.

Sejarah Sate Kelopo Ondomohen Bu Asih

Asih Soedaermi yang kini berusia 62 tahun adalah pelopor Sate Kelopo Ondomohen yang berlokasi di ujung gang Ondomohen Magersari II atau Jalan Wali Kota Mustajab Surabaya Nomor 36.

Wanita yang akrab disapa Bu Asih itu memulai usaha berjualan sate pada tahun 1987. Bu Asih meneruskan usaha mertuanya yang bernama Hajah Jaenab warga asli Madura.

Hajah Jaenab sudah memulai usaha jualan sate gendong sejak tahun 1945 dengan tujuan untuk membantu pemasukan suaminya yang kala itu bekerja di Pemerintahan Indonesia.

Kemudian pada tahun 1987, Bu Asih memodifikasi resep sate dari mertuanya dengan racikan bumbu khusus dan saus kacang. Bu Asih memulai usaha berjualan sate itu untuk membantu pemasukan suaminya dan kebutuhan pribadinya, sehingga tidak meminta uang dari suami.

Bu Asih memastikan bahwa dirinya tidak akan membuka cabang di wilayah mana pun. Dia hanya ingin sate kelopo miliknya itu menjadi makanan khas bagi para pembeli maupun pelancong yang kebetulan datang ke Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sate surabaya Jelajah Wisata Jatim kuliner
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top