Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Okupansi Hotel Jatim Semester II Diproyeksi Makin Terdongkrak

Tren okupansi hotel juga cukup bagus terutama untuk hotel di segmen bisnis atau MICE (meeting, incentive, conference, exhibition) di Surabaya dan sekitarnya.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  19:43 WIB
Okupansi Hotel Jatim Semester II Diproyeksi Makin Terdongkrak
Ilustrasi kamar hotel.

Bisnis.com, SURABAYA — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur semakin optimistis tren okupansi hotel di Jatim di semester II/2022 ini bisa lebih terdongkrak sejalan dengan pulihnya ekonomi.

Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono mengatakan pemulihan ekonomi di Indonesia, terutama di Jatim saat ini semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari tren kinerja perhotelan baik di segmen leasure maupun bisnis.

“Kinerja perhotelan di Jatim rata-rata sudah lumayan bagus, apalagi saat kemarin ada momen libur lebaran dan libur sekolah cukup mengangkat okupansi hotel di daerah wisata,” katanya kepada Bisnis, Kamis (4/8/2022).

Selain itu, lanjutnya, saat ini meskipun sudah tidak ada momen liburan, tetapi tren okupansi hotel juga cukup bagus terutama untuk hotel di segmen bisnis atau MICE (meeting, incentive, conference, exhibition) yang ada di daerah perkotaan yakni Surabaya dan sekitarnya.

“Berbeda dengan saat pandemi, kalau saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan atau instansi pemerintah menggelar acara di hotel. Untuk itu kami sangat optimistis di semester II ini pun juga akan lebih bagus lagi dengan proyeksi rata-rata 45 persen,” ujarnya.

Dwi menambahkan, saat ini yang mungkin sedikit mempengaruhi okupansi hotel yakni adanya kenaikan tarif angkutan seperti pesawat maupun kereta api. Sedangkan aturan terkait kewajiban booster, menurut Dwi tidak akan mempangaruhi kinerja karena rata-rata masyarakat Indonesia sudah menyadari pentingnya melakukan booster.

“Dari pihak hotel sendiri juga memang ada kenaikan harga sewa kamar. Namun harga saat ini sebetulnya bukan naik, tetapi hotel mengembalikan harga jual semula, karena saat pandemi memang banyak promo murah untuk mendongkrak okupansi. Apalagi saat ini persaingan juga ketat, hotel tidak bisa menaikkan harga seenaknya,” imbuhnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang dan non bintang di Jatim pada Juni 2022 yakni 39,70 persen atau naik 2,68 persen dibandingkan Juni 2021.

“Secara khusus di hotel bintang pada Juni 2022 tercatat mencapai 54,25 persen, meningkat 10,09 poin dibandingkan Juni 2021,” katanya.

Namun begitu, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau Mei 2022, TPK hotel bintang dan non bintang mengalami penurunan -2,44 poin, dan khusus hotel bintang pada Juni 2022 juga turun dibandingkan Mei 2022 yakni dengan okupansi 57,46 persen.

Dadang menambahkan, peningkatan penghunian kamar salah satunya juga dipengaruhi oleh tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim melalui Bandara Internasional Juanda yakni pad Juni 2022 mencapai 4.722 kunjungn naik 2,70 persen dibandingkan Mei 2022 yakni 4.598 kunjungan, bahkan naik 2.508 persen dibandingkan Juni 2021.

“Sepanjang semester I/2022, kunjungan wisman terbanyak berasal dari Malaysia 34,77 persen, Singapura 13,42 persen, Amerika Serikat 3,05 persen, India 2,81 persen, dan Australia 1,91 persen,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel perhotelan jatim
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top