Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah Kopi Jatim 2022, Didorong Tampil di Pentas Dunia

Kopi asal Jawa Timur sedang berkembang. Dalam proses perkembangan itu terdapat UMKM yang terlibat.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 05 Juli 2022  |  14:51 WIB
Jelajah Kopi Jatim 2022, Didorong Tampil di Pentas Dunia
Plt Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (tengah), Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto (dua dari kiri), Rizki Ernadi Wimanda, Deputi Kepala Bank Indonesia Jawa Timur (kiri), Kepala Kantor Perwakilan Bisnis Indonesia Jawa Timur Achmad Faisal Kurniawan (dua dari kanan) dan Direktur TI & Operasi Bank Jatim Tonny Prasetyo (kanan) berbincang di sela-sela acara pelepasan tim Jelajah Kopi Jawa Timur 2022, di Kantor Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Selasa (5/7/2022). - Bisnis/And

Bisnis.com, SURABAYA - Kopi asal Jawa Timur diyakini siap tampil di percaturan kopi tingkat dunia berbekal karakteristik dan rasa produk yang khas.

Berdasar data Gabungan Eksportir Kopi Indonesia, pengapalan kopi ke luar negeri dari Jawa Timur per Mei 2022 mencapai volume 37.769 ton setara dengan US$86,37 juta. Sedangkan pada tahun 2021, ekspor tercatat 86.300 ton senilai US$182,3 juta. Ekspor kopi jatim pada 2020 tercatat 64.621 ton senilai US$138,5 juta.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto mengatakan kopi asal Jawa Timur sedang berkembang. Dalam proses perkembangan itu terdapat UMKM yang terlibat. Nah, peran UMKM dalam perekonomian mencapai 57 persen.

"Kami ingin mendorong pertumbuhan segmen ini melalui ekspor," ujarnya berharap mengenai pengembangan kopi Jatim, saat memberi sambutan acara Pelepasan Jelajah Kopi Jawa Timur 2022 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Selasa (5/7/2022).

Daerah penghasil kopi di Jawa Timur yang cukup besar antara lain Malang, Jember, Bondowoso dan Banyuwangi. Dari sejumlah lokasi tersebut, kopi robusta asal Sidomulyo, Silo, Jember mampu menembus pasar ekspor. Demikian pula, kopi excelsa Wonosalam, Jombang, juga berhasil ekspor. Sedangkan di Banyuwangi dan Bondowoso ada beberapa kopi khas yang sudah dikenal di pasar internasional.

"Baik yang binaan BI maupun tidak bisa dieksplorasi untuk diangkat potensinya," pesan Budi Hanoto kepada tim Jelajah Kopi Jatim 2022.

Merujuk data Dinas Perkebunan Jawa Timur, luas lahan kopi di Jatim pada 2020 sebanyak 113.424 ha dengan produksi 68.884 ton. Sedangkan pada 2021 luas lahan 113,470 ha dengan produksi 69.570 ton. Luas lahan tumbuh 0,04 persen dan produksi 1,00 persen.

Tim yang terdiri dari Bisnis Indonesia dan pewakilan Bank Indonesia bakal berkunjung ke sentra kopi di Jember, Banyuwangi, Malang, dan Jombang. Tim bakal bertemu dengan produsen kopi yang telah berhasil meningkatkan nilai tambah, baik dari kualitas maupun cakupan pasarnya.

Jelajah yang digelar 5-7 Juli 2022 turut didukung Bank Jatim, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, PT Perkebunan Nusantara XII, MPM Honda Jatim, Indosat, Honda Surabaya Center, Perkebunan Kopi Tugu Kawisari Blitar dan Hotel Tugu Malang, Hotel Luminor Sidoarjo dan Banyuwangi, PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Kopi jawa timur jatim kopi Bank Indonesia bank jatim
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top