Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Objek Wisata di Ponorogo Ditinggal Pengunjung Akibat Limbah Sapi

Baru saja saya diminta Pemkab untuk kembali mengaktifkan wisata setelah pulih dari pandemi
Imam Yuda Saputra dan Ronaa Nisa'us Sholikhah
Imam Yuda Saputra dan Ronaa Nisa'us Sholikhah - Bisnis.com 03 Juli 2022  |  08:44 WIB
Objek Wisata di Ponorogo Ditinggal Pengunjung Akibat Limbah Sapi
Kondisi air terjun Pletuk Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo kini sepi Jumat (1/7/2022). - JIBI/Ronaa Nisa’us Sholikhah.
Bagikan

Bisnis.com, PONOROGO — Objek wisata air terjun Pletuk di Dusun Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), tampak tak terawat. Maklum, sudah hampir lima tahun objek wisata tersebut tak dikunjungi wisatawan.

Apalagi semenjak pandemi Covid-19 yang membuat hampir seluruh objek wisata di Ponorogo ditutup. Alhasil, sungai yang ada di air terjun itu pun tak terurus hingga tampak tercemar limbah kotoran sapi.

Bahkan akses jalan masuk ke objek wisata di Ponorogo ini pun sulit untuk dilewati. Rerumputan yang tumbuh subur menghalangi akses masuk ke objek wisata yang sebenarnya berada di kawasan yang asri itu.

"Kondisi air memang tidak tidak layak. Kalau air terjun pastinya yang dicari wisata airnya," kata Kepala Desa Jurug, Sukamto, Jumat (1/7/2022).

Sukamto mengatakan air terjun itu sebenarnya sumber air yang berasal dari Kecamatan Pudak. Namun, populasi sapi perah yang cukup banyak menyebabkan kotorannya mengalir ke sungai dan mencemari air terjun.

"Saya tidak ingin protes secara langsung ke Pudak karena takut menyinggung. Air itu kami butuhkan untuk pengairan di sini. Kalau ditutup kami yang kesulitan," ungkapnya.

Kondisinya kini bangunan loket untuk pembelian tiket dan gerbang masuk sudah tidak terawat lagi. Ada bangunan musala di dalamnya setelah masuk sekitar 100 meter. Di bawah musala itu ada wahana rafing yang kini sudah tak berfungsi.

"Fasilitas rafting itu dulu dibantu dari wisata Gunung Kidul Jogja," tuturnya.

Meskipun begitu, Sukamto tetap berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk mengatasi air terjun yang tercemar tersebut. Sebab, air terjun Pletuk merupakan ikon desa yang telah menyandang status Desa Wisata.

Pihaknya tetap optimistis wisata favorit orang Ponorogo itu bisa kembali pulih lagi. Suasana alam yang sejuk dan pemandangan hutan rimbun membuat wisata air terjun pletuk itu bisa dikemas dengan wahana yang lain.

"Baru saja saya diminta Pemkab untuk kembali mengaktifkan wisata setelah pulih dari pandemi," ujarnya.

Sukamto tidak lagi bingung lantaran sejak dulu Desa Jurug sudah dilengkapi dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis). Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur juga memberikan dana hibah untuk perawatan wisata sebesar Rp80 juta.

Rencana, Sukamto ingin menjadikan halaman luas di sebelah barat wisata air terjun Pletuk itu menjadi pusat kegiatan seni. Sehingga, pengunjung tidak perlu bermain air sampai kondisinya pulih kembali.

"Dana dari provinsi itu sudah kami bangun untuk paving jalan di pintu masuk wisata," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pariwisata jatim ponorogo

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top