Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wisata Medis di Banyuwangi Bakal Didukung Fasilitas Baru

Dengan letak geografinya yang dikelilingi oleh tiga taman nasional dan juga pantai-pantai, Banyuwangi dinilai tempat yang pas untuk penyembuhan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Juni 2022  |  08:54 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut meletakkan langsung batu pertama pembangunan senior living. Senin (30/5/2022). - Antara/Humas Pemkab Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut meletakkan langsung batu pertama pembangunan senior living. Senin (30/5/2022). - Antara/Humas Pemkab Banyuwangi.

Bisnis.com, BANYUWANGI - Salah satu rumah sakit milik BUMN di Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bakal dibangun senior living untuk layanan hunian bagi kalangan lanjut usia (lansia).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi langkah pembangunan senior living itu, karena selaras dengan konsep medical tourism yang kini menjadi tren di sejumlah negara maju.

"Selama ini, ketika berbicara medical tourism, seringkali yang dirujuk adalah Singapura atau di Penang (Malaysia). Sedangkan di negara kita sendiri, ini masih belum tergarap dengan baik," ujarnya di Banyuwangi, Rabu (1/6/2022).

Bupati Ipuk menjelaskan konsep wisata medis sangat tepat dikembangkan di Banyuwangi. Kabupaten ujung timur Jawa ini, yang selama ini telah dikenal sebagai daerah jujukan wisatawan.

Dengan letak geografinya yang dikelilingi oleh tiga taman nasional dan juga pantai-pantai, Banyuwangi dinilai tempat yang pas untuk penyembuhan.

"Alam Banyuwangi yang masih asri, indah dan memiliki udara yang segar ini, bisa membantu proses pemulihan dengan cepat. Apalagi, jika di Glenmore ini. Udara pegunungannya masih sangat terasa. Oksigen masih sangat baik. Tentu, ini amat cocok bagi orang yang ingin penyembuhan," paparnya.

Direktur PT Rolas Nusantara Medika, dr. I Wayan Sulianta mengemukakan bahwa layanan hunian lansia tersebut pengerjaannya ditarget selesai empat bulan ke depan.

"Dari data statistik tahun 2021, jumlah penduduk di Jawa Timur ada sekitar 39 juta jiwa, dan yang lanjut usia mencapai 13.48 persen," kata dr. Sulianta.

Menurut dia, jumlah itu diperkirakan mengalami kenaikan pada 2045. Penduduk lanjut usia di Indonesia, akan mencapai hampir 19.90 persen.

"Tiap tahun meningkat, dan diprediksi pada 2045 nanti jumlah itu akan menjadi lebih banyak lagi. Pembangunan senior living ini sangat perlu di Banyuwangi," tuturnya.

Ia menambahkan, layanan hunian lansia nantinya akan menjadi pusat layanan social living bagi para lansia. Seperti perawatan tenaga medis, konsultasi gizi, fisioterapi, pelayanan total care hingga kegiatan menyalurkan hobi bagi para pasien ini nantinya.

"Jadi, ini untuk senior living dan senior care," katanya.

Pengembangan layanan kesehatan di senior living akan dilengkapi dengan wellnes program (penerapan gaya hidup sehat), dan aktivitas penunjang kehidupan sehari-hari, seperti pengawasan setiap hari (daily monitoring), terapi yang biasa dilakukan di taman, fisioterapi, penyediaan nutrisi herbal, yoga, dan Spa.

Sebelumnya, pada Senin (30/5) Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut meletakkan langsung batu pertama pembangunannya. Hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Direktur Operasi PT Pertamina Bina Medika drg. Mira Dyahwahyuni, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Oneng Satya Harini, Direktur PT Rolas Nusantara Medika dr. I Wayan Sulianta, dan Direktur RSU Bhakti Husada Krikilan dr. Martha Nurani Putri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim banyuwangi wisata medis

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top