Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Jatim Akuisisi Beban Listrik Tjiwi Kimia dan Sasa Inti

Akusisi terhadap kedua perusahaan ini telah menambah jumlah kebutuhan daya industri yang diakusisi secara total mencapai 52,5 MW.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 20 Mei 2022  |  10:46 WIB
PLN UID Jatim saat melakukan penandatanganan kerja sama Progressive Captive Power Acquisition dan Renewable Energy Certificate dengan PT Tjiwi Kimia dan PT Inti Sasa di Surabaya, Kamis (19/5/2022). - Dok. PLN Jatim
PLN UID Jatim saat melakukan penandatanganan kerja sama Progressive Captive Power Acquisition dan Renewable Energy Certificate dengan PT Tjiwi Kimia dan PT Inti Sasa di Surabaya, Kamis (19/5/2022). - Dok. PLN Jatim

Bisnis.com, SURABAYA - PT PLN (Persero) melakukan kerja sama Progressive Captive Power Acquisition dengan mengakusisi beban listrik milik PT Tjiwi Kimia sebesar 30 MW dan PT Sasa Inti 6,3 MW.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jatim, Lasiran mengatakan akusisi terhadap kedua perusahaan ini telah menambah jumlah kebutuhan daya industri yang diakusisi secara total mencapai 52,5 MW.

“Sebelumnya PLN telah menyepakati kerja sama pengalihan penggunaan listrik mandiri pelanggan industri, seperti dengan PT Cheild Jedang sebesar 4,8 MW dan PT Petrokimia Gresik 11,4 MW,” ujarnya dalam rilis, Kamis (19/5/2022).

Dia menjelaskan, program Progressive Captive Power Acquisition dan Renewable Energy Certificate ini merupakan kerja sama pengalihan listrik mandiri milik industri kepada PLN.

“Melalui layanan captive power acquisition, pelanggan bersedia mengalihkan penggunaan listrik mandiri dari pembangkitnya sendiri ke listrik PLN dan akan mendapatkan insentif tarif listrik sekaligus keandalan pasokan listrik secara penuh dari PLN,” jelasnya.

Adapun melalui kerja sama tersebut, PT Tjiwi Kimia telah berhasil mengurangi pemakaian dari pembangkit sendiri sebesar 30 MW dari total kapasitas 230 MW, dan berlangganan PLN dengan daya 100 MVA dan durasi kerja sama menjadi tiga tahun dari sebelumnya hanya 1 tahun. 

Sedangkan PT Sasa Inti dengan berlangganan PLN 25 MVA akan mengurangi penggunaan pembangkit sendiri sebesar 6 MW dari total kapasitas 12 MW selama 1 tahun.

Lasiran mengatakan, peningkatan kerja sama antara PLN dengan PT Tjiwi Kimia serta PT Sasa Inti ini merupakan bukti dari kualitas pelayanan yang prima dari PLN untuk pelanggan industri di Jatim.

“PLN siap mendukung pertumbuhan sektor industri dengan kecukupan daya mampu sistem sebesar 10.138 MW dengan cadangan sebesar 3.258 MW,” imbuh Lasiran.

Direktur Utama Tjiwi Kimia yang diwakili oleh Gijan Ongkoredjo menyatakan kerja sama ini merupakan salah satu wujud sinergi nyata antara PLN dengan industri bubur kertas dan kertas, dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan industri dalam negeri pasca pandemi.

“Tjiwi Kimia juga turut berkomitmen mendukung penggunaan green energy melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) PLN selama 2 tahun sebanyak 174.285 unit,” katanya.

General Manager Plant PT Sasa Inti, Thomas Iskandar Unardi menambahkan,  kerja sama ini merupakan langkah yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Kami memiliki pembangkit yang memang digunakan untuk memback-up PLN, dan melihat kinerja PLN yang semakin membaik di 5 - 10 tahun terakhir kami menjadi semakin yakin mempercayakan sepenuhnya pasokan listrik industri kami kepada PLN,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN jatim
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top