Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PJB Targetkan Bauran Co-Firing PLTU Paiton Bisa Mencapai 20 - 50 Persen, Ini Strateginya

program co-firing merupakan salah satu upaya mencapai target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional hingga 23 persen pada 2025.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 04 Februari 2022  |  17:27 WIB
PJB Targetkan Bauran Co-Firing PLTU Paiton Bisa Mencapai 20 - 50 Persen, Ini Strateginya
Kegiatan pencampuran batu bara dengan biomassa sebelum digunakan untuk bahan pembakaran PLTU Paiton, Probolinggo, Jumat (4/2/2022). - Bisnis / Peni Widarti
Bagikan

Bisnis.com, PROBOLINGGO - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Unit Pembangkitan (UP) Paiton menargetkan bisa meningkatkan bauran biomassa dalam program co-firing ke depan bisa mencapai 20 hingga 50 persen melalui sejumlah strategi yang terus dikembangkan.

Plh. General Manager PJB UP Paiton, Anggoro Hari mengatakan awal diluncurkan co-firing pada 2020, penggunaan biomassa sebagai bahan bakar campuran dengan batu bara masih mencapai 0,42 persen. Namun secara bertahap, co-firing terus ditingkatkan pada November 3,6 persen, dan pada Desember 2021 sudah mencapai 4,4 persen.

“Memang saat ini baurannya masih hampir 5 persen, tetapi untuk percepatan kami targetkan untuk bisa menguji menjadi 20 persen, bertahap menuju 30 persen hingga 50 persen bauran sehingga PLTU PJB UP Paiton akan jadi pionir co-firing,” jelasnya dalam kunjungan PJB Media Day, Jumat (4/2/2022).

Dia mengatakan investasi yang dibutuhkan untuk co-firing dengan bauran hingga 20 persen dibutuhkan sekitar Rp2 miliaran sebagai investasi conveyor yang lebih besar, bahkan untuk bauran 50 persen dibutuhkan 2,5 kali lipat lagi investasinya.

Anggoro mengatakan upaya substitusi pencampuran batu bara dan biomassa ini memang masih memiliki tantangan besar. Pasalnya, bahan baku biomassa yang melimpah di Indonesia tidak mudah digunakan begitu saja.

“Indonesia merupakan negara di khatulistiwa yang banyak hutan tropis dan banyak perusahaan bidang perkayuan yang memiliki bahan sisa dari perusahaan untuk dimanfaatkan sebagai biomassa, jadi biomassa yang digunakan selama ini bukan dari hutan tapi dari sisa proses perkayuan seperti sisa kayu gergaji,” jelasnya.

Dia mengatakan saat ini pasokan biomassa dengan potensi alternatif masih berada di sekitar wilayah PJB PU Paiton di antaranya seperti Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan Pasuruan dengan total 7 pengepul dan rerata memasok 516 ton per hari. Sejumlah potensi biomassa yang bisa digunakan seperti sekam padi, cocopeat, wood chip, daun kayuputih dan tanaman Kaliandra.

“Total penggunaan biomassa dari serbuk kayu kita saat ini mencapai 35.608,35 ton, dan dengan total green energy yang dibangkitkan yakni 35.986,684 MWh,”  imbuhnya.

Untuk memasok biomassa secara mandiri, PJB berencana untuk mengembangkan tanaman pohon Kaliandra yang pada tahap awal akan ditanam sebanyak 20.000 pohon di lahan kosong sekitar PLTU Paiton.

“Tahun lalu kami melakukan penanaman Kaliandra juga sebanyak 20.000, lalu penanaman di PLTA di Malang. Jadi ketika proyek ini membuahkan hasil, maka 2 tahun lagi tanaman bisa dipanen untuk dijadikan biomassa,” jelasnya.

Anggoro mencontohkan, untuk memasok biomassa 1 unit PLTU di Paiton, setidaknya dibutuhkan sebesar 1,2 juta hektar lahan tanaman Kaliandra per tahunnya. Secara total Paiton 1 dan 2 memiliki kapasitas pembangkit hingga 2 x 400 MW.

“Untuk memenuhi pasokan biomassa ini, kita perlu menjalin komunikasi dengan Perhutani karena yang punya lahan seluas itu mungkin Perhutani, sehingga ke depan akan terus dijembatani berapa harga kompetitif yang Perhutani memang bisa bergerak masuk ke PLTU,” ujarnya.

Adapun program co-firing atau penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial dalam PLTU batu bara ini merupakan salah satu upaya mencapai target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional hingga 23 persen pada 2025. 

Co-firing PLTU juga merupakan bagian dari upaya PJB dalam mendukung isu strategis dan global untuk memenuhi Paris Agreement dan juga mendukung transformasi PLN pada pilar hijau. 

Sejak go-live, co-firing PLU Paiton 1-2 telah berkontribusi terhadap pencapaian EBT sebanyak 7,4 MW tanpa belanja modal atau setara 16,14 juta kWh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN listrik biomassa PJB
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top