Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Petikemas Terminal Teluk Lamong Tumbuh 20 Persen

Kenaikan kunjungan kapal itu disebabkan oleh meningkatnya kunjungan kapal-kapal ad hoc luar negeri yang sandar di TTL
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  18:11 WIB
Sejumlah truk mengantre muatan peti kemas di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020). - Antara/Didik Suhartono
Sejumlah truk mengantre muatan peti kemas di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020). - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatatkan kinerja peti kemas pada tahun lalu mengalami peningkatan hingga 20 persen dibandingkan capaian 2020 seiring dengan pulihnya perekonomian dari pandemi Covid-19.

Direktur Operasi dan Teknik TTL, Warsilan mengatakan pada tahun lalu tren kunjungan kapal peti kemas tercatat mencapai 1.320 unit atau tumbuh 20 persen dibandingkan 2020 yang hanya 1.101 unit.

“Kenaikan kunjungan kapal itu disebabkan oleh meningkatnya kunjungan kapal-kapal ad hoc luar negeri yang sandar di TTL, serta adanya penambahan service baru CIS Service yang sandar setiap minggunya,” katanya dalam rilis, Rabu (19/1/2022).

Selain itu, lanjutnya, peningkatan signifikan terjadi pada kapal peti kemasdalam negeri yang disebabkan oleh banyaknya produk sawit dan turunannya, produk cangkang yang dulu dihandle menggunakan kapal curah kering beralih menggunakan moda kapal petikemas.

Adapun pada 2021, TTL mencatatkan tren arus peti kemas mencapai 780.160 TEUs meningkat sebesar 15 persen dibandingkan 2020 yang hanya 678.208 TEUs. Peningkatan arus peti kemas itu seiring dengan peningkatan kunjungan kapal curah kering yang juga naik 32,5 persen dari 77 unit atau 3.280.696 GT pada 2020 menjadi 102 unit atau 4.294.281 GT pada 2021.

Sedangkan kinerja arus peti kemas curah kering juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 10 persen menjadi menjadi 3.071.715 ton dibandingkan 2020 sebesar 2.792.539 ton. 

“Meningkatnya produksi bongkar curah kering ini selain terjadi akibat meningkatnya produksi beberapa cargo owner juga dipengaruhi oleh adanya ekspansi produk curah sejalan dengan peningkatan kebutuhan bahan baku,” imbuhnya.

Warsilan menambahkan ke depan infrastruktur dan teknologi di TTTL akan terus ditingkatkan sehingga mumpuni untuk melayani kapal domestik dan internasional, termasuk meningkatkan strategi pemasaran, inovasi, operasi prima dan peningkatan pelayanan pelanggan.

“Kami juga memastikan layanan operasional selama 24 jam dalam 7 hari sebagai wujud komitmen untuk menjaga kelancaran logistik Indonesia,” imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peti kemas pelabuhan pelindo kontainer teluk lamong
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top