Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Psikolog Bagikan Tips Berpikir Positif Hadapi Omicron

Jangan mudah percaya kepada berita hoaks serta memastikan keandalan berita terlebih dahulu.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  08:14 WIB
Psikolog Bagikan Tips Berpikir Positif Hadapi Omicron
Banyak informasi beredar di media sosial. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, MALANG — Psikolog Universitas Brawijaya, Ika Herani, menyarankan agar masyarakat tidak panik dan tetap menerapkan protokol kesehatan saat omicron melanda sehingga mental positif bisa selalu terjaga.

“Lebih asertif juga kepada orang lain untuk saling mengingatkan, menjalankan dan menerapkan prokes,” ujar perempuan yang menjabat Sekretaris Jurusan Psikologi Universitas Brawijaya, di Malang, Rabu (12/1/2022).

Seperti diketahui, per Senin (10/1/2022), total penderita varian Omicron di Indonesia mencapai 509 kasus.

Pakar Psikologi Kesehatan ini menyarankan agar warga tetap mengikuti berita yang ada namun mulai membatasi dan tidak impulsif. Intinya, jangan mudah percaya kepada berita hoaks serta memastikan keandalan berita terlebih dahulu.

“Jangan mudah menyebarkan berita yang tidak benar,” ujarnya.

Satu yang pasti, Ika Herani meminta tiap warga tetap berpikir positif meski saat ini penyebaran varian Omicron terus terjadi.

“Fokus pada masa depan. Mencegah lebih baik daripada mengobati dan selalu berpikir positif,” tuturnya.

Jika dibandingkan dengan varian Delta dan Omicron, Ika Herani menganggap situasi psikologis warga saat terjadinya varian Delta lebih mencekam karena saat itu kondisi vaksin belum merata.

“Periode kemarin juga dari hasil penelitian tingkat kepatuhan kita juga tergolong sedang sehingga rentan tertular,” paparnya.

Kondisi saat ini untuk kepatuhan warga menurut Ika sebenarnya sama. Namun info yang disebarkan media berbeda sehingga kecemasan individu lebih meningkat.

“Kalau yang pandemi ketiga ini sudah dijelaskan lebih detail harus apa untuk mencegah dan jika mengalami. Di sisi lain memang mereka yang telah vaksin merasa lebih secure dan aman. Tapi tetap harus tetap jaga prokes. Jangan lengah,” ujarnya menegaskan.

Dia berharap warga memiliki sikap yang positif terhadap gerakan vaksinasi dan patuh pada prokes. “Ini jadi Langkah yang lebih positif untuk mencegah penambahan penderita Omicron ini,” ucapnya.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim malang universitas brawijaya kesehatan mental
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top