Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal I/2022, Kinerja Industri F&B Jatim Diramal Tumbuh 15 Persen

Pengusaha kuliner semakin optimistis pada kuartal I tahun ini, karena adanya beberapa momen yang diyakini akan mendongkrak penjualannya. Diantaranya momen Imlek dan Valentine pada Februari mendatang.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  00:30 WIB
Ilustrasi suasana kafe dan restoran di dalam area Tunjungan Surabaya pada saat momen Ramadhan dan Lebaran 2019. - Bisnis/Peni Widarti
Ilustrasi suasana kafe dan restoran di dalam area Tunjungan Surabaya pada saat momen Ramadhan dan Lebaran 2019. - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur memperkirakan kinerja industri food and beverage (F&B) atau kuliner pada kuartal I/2022, dapat tumbuh 10-15 persen.

Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono mengatakan keyakinan pertumbuhan kinerja tersebut sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian di Jatim dan tren kasus Covid-19 yang melandai meskipun kini sudah ada varian Omicron.

“Kita berharap Omicron ini tidak akan membawa dampak yang signifikan, walaupun di AS terjadi 1 juta kasus per hari, di Indonesia masih paling banyak terjadi di Jakarta, dan tingkat fatality rate nya juga kecil sekali. Kalau ini berjalan dengan baik harapanya di kuartal I/2022 dulu saja akan tumbuh 10-15 persen,” jelasnya, Senin (10/1/2022).

Dia mengatakan bahkan untuk akhir tahun lalu tepatnya selama momen libur Natal dan Tahun Baru, industri kuliner juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yakni naik 10-15 persen dengan capaian omset penjualan rerata sudah mampu mencapai 90 persen.

“Kami sangat mengapresiasi pemerintah yang akhirnya waktu itu membatalkan PPKM Level 3, karena yang kita tahu bahwa bisnis F&B ini sempat babak belur selama PPKM 3 bulan yakni Juli-September 2021,” katanya.

Untuk kuartal I tahun ini, lanjut Tjahjono, pengusaha kuliner juga semakin optimistis karena ada beberapa momen yang diyakini akan mendongkrak penjualannya, di antaranya seperti momen Imlek dan Valentine pada Februari mendatang.

“Di momen-momen ini biasanya masyarakat memilih untuk menikmati makan bersama keluarga di kafe/restoran. Ini yang biasanya kita optimalkan untuk mendorong tingkat konsumi masyarakat,” imbuh Tjahjono.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim, Dwi Cahyono mengatakan momen libur akhir tahun tanpa adanya PPKM yang ketat ternyata mampu mengerek tingkat hunian hotel dengan rerata okupansi mencapai 65-70 persen, terutama di daerah destinasi wisata seperti Malang, Pasuruan, Batu dan Banyuwangi.

“Selain tidak ada PPKM, adanya imbauan pemerintah agar masyarakat tidak berlibur ke luar negeri juga telah membawa berkah. Bukan Hanya hotel, restoran juga ikut kecipratan rezeki akhir tahun,” katanya.

Dibandingkan momen Natal dan Tahun Baru 2020, lanjutnya, tren orang yang melakukan aktivitas makan malam di restoran pada momen Nataru tahun ini terdapat peningkatan 50-60 persen. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim industri makanan dan minuman apkrindo
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top