Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkab Pasuruan Meluncurkan Kalender Wisata 2022

Pada Januari, para wisatawan bisa datang dan menikmati pesona keindahan Panorama Gunung Bromo dari Penanjakan Tosari.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  21:13 WIB
Bupati Pasuruan, M. Irsyad Yusuf (tengah) saat meluncurkan Kalender Wisata Kab. Pasuruan 2022 di Pasuruan, Senin (27/12/2021) malam. - Istimewa
Bupati Pasuruan, M. Irsyad Yusuf (tengah) saat meluncurkan Kalender Wisata Kab. Pasuruan 2022 di Pasuruan, Senin (27/12/2021) malam. - Istimewa

Bisnis.com, PASURUAN — Pemkab Pasuruan meluncurkan Kalender Wisata 2022 bersamaan meredanya pandemi Covid-19.

Bupati Pasuruan, M. Irsyad Yusuf, mengatakan mengatakan Kalender Wisata Kabupaten Pasuruan 2022 ditujukan kepada para wisatawan yang ingin menikmati berbagai macam pesona wisata, mulai Januari hingga Desember.

"Tempat-tempat mana saja dan kegiatan apa saja yang bisa ditonton pada bulan-bulan tertentu di Kabupaten Pasuruan ada pada Kalender Wisata, Januari sampai Desember," katanya, Selasa (28/12/2021).

Pada Januari, para wisatawan bisa datang dan menikmati pesona keindahan Panorama Gunung Bromo dari Penanjakan Tosari. Selain itu, beberapa tempat wisata di dalamnya juga siap memanjakan para traveller atau wisatawan seperti Taman Edelweis, Bukit Kingkong, Bromo Forest Area, Bukit Cinta hingga Lautan Pasir.

Februari, momentum bagi para pecinta mobil off road, khususnya bagi para pecinta Jimmy Kartubi. Bisa berkeliling ke track-track ekstrem namun menyajikan panorama alam Kabupaten Pasuruan yang mempesona. Selain itu, panen raya durian bisa menjadi jujukan wisatawan yang ingin datang ke Pasrepan, Puspo, Lumbang, Tutur dan Purwodadi.

Pada Maret, di Kecamatan Tosari dan Puspo, warga menggelar Festival Ogoh-Ogoh. Ogoh-ogoh merupakan simbol Bhuta Kala yang memiliki kekuatan negatif atau kekuatan alam yang merupakan perwujudan dari unsur alam yang terdiri dari air, api, cahaya, tanah, dan udara. Mengarak ogoh-ogoh termasuk pecaruan dalam catur bratha nyepi yang pada akhir acara ogoh-ogoh tersebut akan dibakar di desa masing-masing.

April, bagi wisatawan yang ingin menikmati segarnya air Banyubiru plus melihat satwa asli, yakni Ikan Sengkaring yang dipercayai menjadi Ikan Keramat penghuni pemandian alam di Kecamatan Winongan tersebut.

Wisata ini selalu ramai dikunjungi setiap sabtu minggu, terlebih ketika momen HarI Raya Ketupat, sehari bisa lebih dari 10.000 orang yang datang.

Sedangkan Mei, Tari Sodoran yang baru saja mendapatkan Sertifikat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional. Tarian Sodoran merupakan tarian sakral khas masyarakat Tengger yang melambangkan asal-usul manusia.

Selanjutnya pada Juni, para wisatawan bisa menyaksikan Yadnya Karo. Hari Raya Karo atau Yadnya Karo merupakan hari raya kedua setelah Kasada alias bulan kedua dari 12 bulan menurut kalender suku Tengger. Perayaan Karo diperingati setiap tanggal 15 di bulan Karo.

Selain Karo, ada pula Yadnya Kasada, Yadnya Kasada adalah ritual kurban ke kawah Gunung Bromo yang digelar setahun sekali setiap bulan Kasada hari ke-14 dalam penanggalan kalender tradisional Hindu Tengger. Aneka persembahan atau sesaji, mulai dari makanan, hasil pertanian hingga ternak seperti ayam dan kambing, dilarung ke dalam kawah sebagai persembahan kepada Dewa Brahma.

Juli, giliran pesona Danau Ranu Grati dengan tradisi Distrikan. Yaitu Larung Sesaji yang digelar di sepanjang Danau Ranu Grati. Distrikan merupakan tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh warga desa setempat untuk menghormati kepercayaan para leluhur Danau Ranu Grati terhadap penunggu danau yang dikenal sebagai Baru Klinting.

Di sisi lain, tradisi Distrikan juga sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sebagai ungkapan doa memohon keselamatan bagi nelayan keramba di Danau Ranu Grati agar dilimpahkan rezeki dan dijauhkan dari bahaya selama menangkap ikan.

Momen kemerdekaan alias Agustus, warga Tosari menggelar Tari Ojung. Ojung sendiri merupakan perpaduan seni menari dan olahraga yang dilakukan dua orang lelaki dewasa. Berbekal cambuk rotan ukuran sekitar 1 meter dua lelaki saling bergantian mencambuk punggung satu sama lainnya dengan bertelanjang dada.

September yang menjadi momen lahirnya Kabupaten Pasuruan akan diisi dengan bulan berkunjung khusus. Karena banyak agenda yang digelar, mulai dari Kirab Pataka/Prasasti Cunggrang, Festival Tengger, Karapan Sapi, event lari Bromo Marathon dan event lainnya.

Sebulan berikutnya, yakni Oktober, saatnya memanjakan lidah dengan menikmati lezatnya buah mangga khas Kabupaten Pasuruan, yakni Mangga Klonal 21/Mangga Alpukat/Mangga Putar, plus festival burung berkicau hingga sholawat bersama para alim ulama Pasuruan.

Pada November, ada banyak tempat wisata yang menggelar banyak kegiatan. Misalnya Pintu Langit, Wisata Mangrove Nguling, Cimory Dairy Land, Taman Safari II Prigen, dan tempat wisata lainnya. Belum lagi wisata petik buah apel, strawberry dan bunga krisan di Nongkojajar, Kecamatan Tutur, semakin melengkapi kunjungan wisata.

Desember, pecinta situs bersejarah bisa datang ke Candi Jawi, Candi Gunung Gangsir, Candi Belahan, Lembah Dieng, Jurang Jetis, Museum Cheng Hoo, dan situs bersejarah lainnya.

Dengan kalender wisata tersebut, Irsyad mengajak para wisatawan untuk menikmati "Pasuruan Always Fresh" tagline yang dibuatnya untuk daerah tersebut

"Kabupaten Pasuruan yang selalu segar. Segar buahnya, segar udaranya dan segar panorama alamnya. Silahkan datang ke Kabupaten Pasuruan, kami tunggu kedatangannya," ucapnya berpromosi. (K24)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata pasuruan jatim
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top