Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Butuh 2,7 Juta Tenaga Kerja Asing di Sektor Industri dan Jasa

Pendaftaran pelatihan ini sudah dibuka sejak akhir Desember sampai dengan Januari 2022 mendatang. Tahun lalu, UMM berhasil memberangkatkan 105 orang.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  20:32 WIB
Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang menggelar Pameran Peluang Kerja di Jepang. - Istimewa
Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang menggelar Pameran Peluang Kerja di Jepang. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Jepang membutuhkan 2,7 juta tenaga kerja asing di berbagai bidang industri dan jasa sehingga berpeluang diambil tenaga kerja asal Indonesia.

Direktur Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tulus Winarsunu, mengatakan UMM membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja di Jepang. Bekerja sama dengan PT OS Selnajaya, pihaknya menyelenggarakan training centre serta pameran.

Tak hanya melatih keterampilan bahasa Jepang, program ini juga memfasilitasi para peserta dalam penempatan kerja di Jepang nantinya.

“Program pelatihan ini diciptakan untuk membantu penyerapan tenaga kerja dari Indonesia ke Jepang. Saat ini Jepang membutuhkan 2.700.000 orang pekerja di berbagai bidang industri dan jasa,” katanya, Kamis (23/12/2021).

Namun pelatihan yang dikembangkan UMM saat ini, kata dia, masih berfokus pada bidang kaigo atau caregiver saja.

Pendaftaran pelatihan ini sudah dibuka sejak akhir Desember sampai dengan Januari 2022 mendatang. Tahun lalu, UMM berhasil memberangkatkan 105 orang.

“Semoga ke depannya akan terus bertambah. Pelatihan-pelatihan kaigo ini dapat diikuti lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maupun lulusan Strata Satu (S1) yang belum memiliki pekerjaan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, peserta jurusan keperawatan, kesehatan, dan fisioterapi yang akan bekerja di Jepang hanya perlu lulus tes bahasa. Untuk jurusan nonkesehatan, selain harus lulus tes bahasa juga harus lulus pelatihan kaigo yang diberikan oleh UMM.

Secara teknis, para peserta akan dikarantina selama satu tahun di Rusunawa UMM. Selama masa karantina tersebut, mereka akan dilatih dan diajari bahasa Jepang serta pelatihan menjadi kaigo. Adapun para instruktur yang membimbing didatangkan langsung dari Jepang.

“Setiap dua bulan atau tiga bulan kami juga mengadakan tes untuk mengetahui perkembangan para peserta. Setelah peserta siap, kami juga memfasilitasi mereka untuk mengikuti tes wawancara dengan beberapa perusahaan Jepang,” ujarnya.

Tulus menuturkan program ini sangat didukung Pemerintah Daerah di Malang Raya dan sekitarnya yang ditandai dengan adanya bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah untuk roadshow dan pameran program ini.

Dia akan merancang beberapa pameran peluang kerja Jepang ini baik di dalam maupun luar kampus. “Saya berharap, program pelatihan ini akan bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam pengentasan pengangguran di Indonesia,” tandasnya.(K24)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang jatim malang Universitas Muhammadiyah Malang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top