Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Koperasi & UMK Dorong Penyerapan Kredit UMKM Hingga 30 Persen

Anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) saat ini juga akan terus ditingkatkan. Pada tahun lalu sebesar Rp190 triliun, dan pada tahun ini meningkat menjadi Rp290 triliun.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  20:32 WIB
Menteri Koperasi & UMK Dorong Penyerapan Kredit UMKM Hingga 30 Persen
CEO dan Founder Uprintis Indonesia, sekaligus istri Bupati Trenggalek Novita Hardini usai peluncuran Uprintis Indonesia di Ciputra World Surabaya, Rabu (22/12/2021). - Bisnis/Peni Widarti
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Menteri Koperasi dan UKM Tenten Masduki akan mendorong tingkat penyerapan kredit UMKM sejalan dengan peningkatan bisnis melalui kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Dia mengatakan selama ini penyerapan kredit perbankan bagi UMKM masih cukup rendah yakni sekitar 19 persen. Jika dibandingkan negara maju seperti Korea Selatan penyerapan kredit UMKM menembus 81 persen.

“Kita ingin meningkatkan porsi kredit perbankan di angka 30 persen sampai 2024 karena sekarang masih 19 persen. Sementara jumlah UMKM yang tidak bankable juga masih banyak sekitar 20 jutaan. Harapannya setelah mereka punya NIB, mereka bisa mengakses kredit,” jelasnya seusai peluncuran Uprintis (UMKM Perempuan Perintis) Indonesia, Rabu (22/12/2021).

Tenten mengungkapkan anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) saat ini juga akan terus ditingkatkan. Pada tahun lalu sebesar Rp190 triliun, dan pada tahun ini meningkat menjadi Rp290 triliun.

“Kemudian tahun akan ditingkatkan menjadi Rp350 triliun. Kita ingin meningkatkan skala usaha agar naik kelas,” katanya.

CEO dan Founder Uprintis Indonesia, Novita Hardini, mengatakan Uprintis sendiri memiliki target untuk meningkatkan skala usaha para pelaku UMKM perempuan sebanyak 1.000 UMKM.

“Hingga saat ini sudah ada 600 UMKM yang mendapat pembinaan, pelatihan. Jadi kurang 400 UMKM lagi, ini secara bertahap. Kami juga melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak lain untuk melakukan business matching,” katanya.

Novita yang juga merupakan istri Bupati Trenggalek itu menambahkan, Uprintis Indonesia memiliki target ingin meningkatkan kapasitas pelaku UMKM perempuan. Setidaknya dari skala usaha kecil bisa naik kelas dengan menghasilkan omset di atas Rp2 miliar.

“Kita ingin per UMKM bisa skilling-up, dalam satu tahun bisa menghasilkan omzet melebihi Rp2 miliar,” imbuhnya.

Namun begitu, Uprintis berharap pemerintah ikut membantu peningkatan UMKM melalui berbagai kebijakan misalnya kemudahan pengurusan izin seperti izin halal, izin ekspor, BPOM dan lainnya. 

“UMKM naik kelas tidak terjadi begitu saja, kita harus berjuang mengerahkan sumber daya yang ada. Kita butuh UMKM yang terkoneksi satu sama lain sehingga bisa mengambil pasar global yang optimal,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm kur jatim kemenkop
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top