Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Ekonomi Jatim 2022 Diyakini Bisa 5,8 Persen

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di tahun depan dibutuhkan komitmen bersama antara BI, OJK dan Pemprov Jatim serta berbagai pihak seperti Kadin atau pengusaha lainnya.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 24 November 2021  |  14:53 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia - Jatim, Budi Hanoto. - Bank Indonesia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia - Jatim, Budi Hanoto. - Bank Indonesia

Bisnis.com, SURABAYA — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Timur memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2022 bisa dipacu mencapai 5 persen - 5,8 persen melalui sejumlah upaya peningkatan dari sektor-sektor ekonomi salah satunya UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia - Jatim, Budi Hanoto, mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di tahun depan dibutuhkan komitmen bersama antara BI, OJK dan Pemprov Jatim serta berbagai pihak seperti Kadin atau pengusaha lainnya.

“Dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia tahun ini, kami melakukan penandatanganan komitmen bersama menuju Jatim Bangkit 2022 yang akan ada lima fokus yang akan dikejar tahun depan,” ujarnya seusai acara Pertemuan Tahunan BI 2021, Rabu (24/11/2021).

Dia menjelaskan lima fokus dalam komitmen bersama yang akan digarap tahun depan di antaranya adalah perluasan Rumah Kurasi dan Pondok Kurasi untuk mendukung 1.000 UMKM, Perluasan Pasar Rakyat Jatim Siap Digital, kick off ikrar Halal Produk UMKM, perluasan Desa Wisata Halal, hingga mendorong program kandang komunal untuk peningkatan produksi sapi potong.

“Kelima poin komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung akselerasi pemulihan ekonomi nasional dengan cara menginklusifkan ekonomi melalui pengembangan UMKM, ekonomi syariah dan pariwisata,” katanya.

Selain menginklusifkan UMKM, syariah dan pariwisata, menurut Budi, strategi kunci ekonomi bagi Jatim untuk bisa tumbuh dengan baik yang lain adalah menjadikan Jatim sebagai lead ekspor manufaktur, menjadikan Jatim sebagai lumbung pangan nusantara, mengoptimalkan digitalisasi ekonomi.

“Potensi ekspor manufaktur Jatim ini sangat besar, meskipun di masa pandemi ekspor luar negeri jadi terbatas akibat kelangkaan dan tarif kontainer. Namun ekspor/perdagangan antar daerah tahun ini telah menopang kinerja ekonomi kita, bahkan Jatim surplus perdagangan antar daerah melalui 26 kantor Perwakilan Dagang (KPD),” jelasnya.

Sedangkan dari sisi pariwisata, BI mendorong agar Jatim memperbanyak destinasi wisata atraksi, memperkuat aksesbilitas wisata hingga menambah amenitas atau fasilitas di luar akomodasi seperti rumah makan, restoran, toko cinderamata dan fasilitas umum lainnya.

“Pariwisata ini penting karena memiliki multi player effect yang luar biasa. Apalagi di Jatim punya banyak potensi unggulan seperti wisata heritage, ecotourism seperti Bromo Tengger Semeru, Mojopahit, Tunjungan maupun kawasan mangrove yang perlu dikembangkan dan lebih terstruktur,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Adik Dwi Putranto menambahkan dalam program Rumah Kurasi dan Pondok Kurasi yang telah berjalan sejauh ini, sudah terdapat sekitar 600 UMKM yang melewati proses kurasi menuju pasar ekspor.

“Sampai saat ini sudah ada 600 UMKM, tahun depan akan dikejar menjadi sampai 1.000 UMKM. Harapannya di awal tahun sudah bisa terealisasi sehingga target berikutnya terus ditambah,” imbuhnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Pertumbuhan Ekonomi jatim
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top