Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menjaring Cuan dari Nila Bioflok, Ini Potret Usaha Kota Malang

Inovasi budi daya ikan nila merah ini memanfaatkan lahan tidak produktif atau sempit pada kawasan perkotaan.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 09 November 2021  |  17:20 WIB
Menjaring Cuan dari Nila Bioflok, Ini Potret Usaha Kota Malang
Ilustrasi: Warga memeriksa kondisi ikan nila berumur tiga minggu yang dibudidayakan menggunakan sistem bioflok. - Antara/Wahdi Septiawan
Bagikan

Bisnis.com, MALANG — Pemkot Malang mendorong masyarakat untuk membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok yang produktivitasnya lebih tinggi daripada menggunakan sistem konvensional serta lebih cepat masa panennya

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan salah satu kelurahan yang sudah menerapkan budidaya ikan nila dengan sistem bioflok, yakni Kel. Bakalankrajan, Kec. Sukun. Sistem bioflok dinamakan Si Ikan Nila.

“Inovasi Si Ikan Nila merupakan sentra intensif budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok,” katanya, Selasa (9/11/2021).

Inovasi budi daya ikan nila merah ini memanfaatkan lahan tidak produktif atau sempit pada kawasan perkotaan. Dengan menggunakan teknologi bioflok secara kewilayahan berbasis pemberdayaan masyarakat dan keswadayaan wilayah dengan sistem kemitraan.

Keunggulan bioflok sendiri antara lain produktivitas tinggi dengan panen lebih cepat, hemat lahan, serta hemat air. Inovasi Kelurahan Bakalankrajan tersebut melibatkan 85 pembudidaya yang mayoritas adalah generasi milenial. Pertahunnya, produksi budidaya ini dapat menembus sampai 26,4 ton ikan nila dengan omzet Rp660,9 juta/tahun.

Secara harfiah, bioflok itu berarti gumpalan hidup. Bakteri-bakteri yang tumbuh menjadi gumpalan tumbuh menjadi makanan ikan. Dengan metode ini, sisa-sisa pakan atau kotoran ikan akan diolah oleh bakteri tersebut lalu jadi makanan lagi, meski ikan tetap diberi pakan.

Atas inovasi pelayanan publik tersebut Kota Malang memperoleh penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021. Inovasi Si Ikan Nila ini masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021.

Wali Kota Malang, Sutiaji, berkesempatan menerima penghargaan tersebut secara virtual dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bertempat di Balaikota Malang, Selasa (9/11/2021).

“Semoga dengan diraihnya penghargaan ini, percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Malang dapat terdorong. Selain itu, dapat memicu tumbuhnya model-model pelayanan yang inovatif serta menginspirasi lainnya,” ucapnya.

Dia berterima kasih dan mengapresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung keberhasilan ini dan berharap ke depannya terus dapat ditingkatkan.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan malang budi daya ikan
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top