Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tanaman Porang Jatim Didorong Masuk Pasar Ekspor

Kementerian Perindustrian mengatapan bahwa porang saat ini menjadi komoditas ekspor yang sangat potensial sebab umbi porang mengandung glukomanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berfungsi sebagai bahan baku berbagai macam industri.
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Jatim Khofifah dan Bupati Madiun Ahmad Dawami serta pejabat lainnya saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik pengolahan porang PT Asia Prima Konjac di Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jatim, Kamis (19/8/2021). /Antara-Humas Kabupaten Madiun
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Jatim Khofifah dan Bupati Madiun Ahmad Dawami serta pejabat lainnya saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik pengolahan porang PT Asia Prima Konjac di Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jatim, Kamis (19/8/2021). /Antara-Humas Kabupaten Madiun

Bisnis.com, SURABAYA — Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian menyiapkan berbagai fasilitas dan pendampingan bagi penghasil tanaman porang maupun pelaku industri olahan porang di Jawa Timur agar dapat menembus pasar ekspor.

Plt. Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita mengatakan dalam rangka mempercepat pengembangan IKM chip porang dan tepung porang, Kemenperin memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan dan revitalisasi setra IKM, dan pengembangannya melalui klaster komoditi ekspor berbasis pemberdayaan masyarakat bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

“Selain itu ada program restrukturisasi mesin, sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP), hingga program Indonesia Food Innovation (IFI) untuk mendorong pengembangan produk turunan porang, termasuk melakukan link and match dan peningkatan pasar dalam negeri dan ekspor melalui pendampingan digital marketing melalui platform marketplace, dan pameran,” jelasnya dalam rilis pelepasan ekspor porang  milik PT Hayumi Agro-Gresik, Rabu (20/10/2021).

Dia menjelaskan porang saat ini menjadi komoditas ekspor yang sangat potensial sebab umbi porang mengandung glukomanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berfungsi sebagai bahan baku berbagai macam industri.

Dalam industri makanan, lanjutnya, olahan porang dan ekstrak glukomanan juga digunakan dalam pembuatan mie shirataki, beras konyaku, pasta porang dan pengental. Begitu juga di industri kosmetik digunakan untuk bahan pembersih wajah, masker wajah, dan bahan pengisi dan pengikat tablet.

“Olahan porang juga dapat digunakan dalam industri kimia untuk bahan pelapis atau coating), perekat dan pembuatan kertas,” imbuhnya.

Reni menambahkan besarnya potensi tersebut membuat permintaan porang di pasar global sangat tinggi. Pada tahun lalu tercatat ekspor porang mengalami pertumbuhan 23,35 persen, dengan 3 negara tujuan ekspor yakni China, Thailand dan Malaysia.

“Kami mendorong sentra penghasil porang dan para pelaku industri olahan porang untuk memanfaatkan program-program Ditjen IKMA untuk dapat meningkatkan kualitas dan pemasaran produk sehingga bisa masuk dan memenuhi pasar lokal dan pasar global,” imbuhnya.

Reni mengungkapkan PT Hayumi Agro Indonesia yang merupakan industri pengolahan porang berupa tepung porang di Gresik pun telah diberikan pembinaan, pendampingan dan fasilitas sertifikasi HACCP sehingga dapat memberikan jaminan kepada konsumen terkait kualitas produk yang dihasilkan.

“Implementasi HACCP pada Hayumi Agro Indonesia ini telah membawanya melaju menembus pasar global,” imbuhnya.

Adapun Hayumi Agro Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi tepung porang sebesar 60 ton/bulan. Rerata Hayumi telah mengekspor tepung porang sebanyak 50 ton/bulan.

“Diharapkan jumlah ini akan terus naik dengan telah terpenuhinya standar keamanan pangan yang dimiliki, dan ekspornya menjadi inspirasi bagi IKM lainnya untuk dapat melakukan penetrasi pasar, baik domestik maupun ekspor,” imbuhnya.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper