Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jatim Tawarkan Investasi Tiga Sektor Pada Arab Saudi

Dalam proyek strategis terdapat banyak sektor yang bisa digarap mulai dari infrastruktur, kesehatan, air bersih, minyak dan gas termasuk sektor pariwisata yang ada di kawasan Bromo, Tengger, Semeru (BTS), dan kawasan Selingkar Wilis dan Jalur Lintas Selatan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 13 Oktober 2021  |  19:16 WIB
Jatim Tawarkan Investasi Tiga Sektor Pada Arab Saudi
Monumen Tugu Pahlawan di Surabaya. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur telah menawarkan sedikitnya tiga sektor peluang investasi di Jatim kepada Arab Saudi di antaranya adalah sektor infrastruktur, perdagangan dan pariwisata.

Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan saat menerima kunjungan bisnis dari Dubes Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia pada 12 Oktober 2021, Kadin Jatim telah memaparkan potensi bisnis dan investasi yang bisa digarap oleh pengusaha Arab Saudi.

“Seperti diketahui, di Jatim ini ada sekitar 182 proyek strategis yang menjadi peluang investasi sesuai yang tertera dalam Perpres 80/2019 terkait percepatan pembangunan ekonomi di Kawasan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidorajo, Lamongan),” katanya dalam rilis, Rabu (13/10/2021).

Dia mengatakan di dalam proyek strategis tersebut terdapat banyak sektor yang bisa digarap mulai dari infrastruktur, kesehatan, air bersih, minyak dan gas termasuk sektor pariwisata yang ada di kawasan Bromo, Tengger, Semeru (BTS), dan kawasan Selingkar Wilis dan Jalur Lintas Selatan.

“Yang tak ketinggalan ada Sumenep yang punya daya tarik wisata di sebuah pulau yang memiliki oksigen terbersih kedua di dunia. Apalagi wisatawan Arab kalau ke Jatim biasanya ke wisata reiligi, dan Sumenep termasuk destinasi religi,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Bidang Logistik Kadin Jatim, Henky Pratoko mengatakan dalam bidang perdagangan, sebagian besar barang yang masuk ke pasar Arab bukan dari Indonesia, tetapi dari Thailand dan Vietnam. 

“Padahal Indonesia yang penduduknya 95 persen adalah muslim harusnya menjadi mitra terbaik dalam hubungan perdagangan. Namun begitu, banyak juga produk unggulan yang juga sudah diekspor ke Arab seperti furnitur, ikan, kopi, coklat, vanila, paper atau kertas,” ujarnya.

Henky menambahkan Kadin Jatim berharap Arab Saudi mau berinvestasi di Jatim dan menjalin hubungan perdagangan dengan membuka pasar produk di Arab Saudi, khususnya produk UMKM seperti makanan, minuman, garmen atau baju mulsim, hingga berbagai komoditas agro.

Dubes Kerajaan Arab Saudi, Esam A. Abid Althagafi, menambahkan Arab Saudi sudah memiliki komitmen untuk memperluas investasi sejalan dengan visi pada 2030 ekonomi Arab Saudi tidak hanya akan bertumpu pada sektor minyak dan gas. 

"Untuk itu kami membuka peluang berinvestasi kepada semua negara di seluruh sektor termasuk investasi, perdagangan dan pariwisata. Dan Indonesia sebagai negara dengan karakteristik agama yang sama  memiliki potensi sangat bagus untuk menjalin kerja sama di semua bidang,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top