Jatim Kejar Proyek Pengembangan Selingkar Wilis dan JLS

Dalam Perpres No.80 Tahun 2019 itu sendiri terdapat 44 item proyek yang masuk PSN di kawasan Selingkar Wilis dan JLS dengan total investasi mencapai Rp41,8 triliun.
Warga menyingkirkan material longsor di jalur lintas selatan ((JLS) Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/11)./Antara-Destyan Sujarwoko
Warga menyingkirkan material longsor di jalur lintas selatan ((JLS) Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/11)./Antara-Destyan Sujarwoko

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta bupati dan walikota Blitar untuk mempercepat koordinasi dan detail perencanaan pengembangan kawasan Selingkar Wilis yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) yang tertuang dalam Perpres No.80 Tahun 2019.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan wilayah Kota Blitar dan Kabupaten Blitar masuk merupakan daerah yang masuk dalam pengembangan Selinkar Wilis bersama dengan Kabupaten Kediri, termasuk Tulungagung dan Trenggalek yang akan dilalui proyek jalur lintas selatan (JLS).

“Jadi saya ingin bupati dan wabup Blitar ini supaya bisa langsung membedah proyek-proyek masuk PSN ini, jenisnya apa, nilai investasinya berapa, lalu sumber pembiayaannya berapa karena ada yang dari PMO (provicial managemen office) pusat dan daerah. Ini semua memerlukan pembahasan bersama, berkelanjutan dan detail,” katanya dikutip dalam rilis, Kamis (4/3/2021).

Dia menjelaskan dalam Perpres No.80 Tahun 2019 itu sendiri terdapat 44 item proyek yang masuk PSN di kawasan Selingkar Wilis dan JLS dengan total investasi mencapai Rp41,8 triliun.

Di wilayah Kabupaten Blitar terdapat sejumlah proyek seperti pelebaran jalan nasional Blitar - Tulungagung - Ngujang, serta perbaikan jalan nasional Brongkos Karangkates, pembangunan TPA Blitar, penataan kawasan geosite Pantai Klayar, Pantai Srau, dan Pantai Pancer Dorr.

Di wilayah Kota Blitar, terdapat proyek pengembangan kawasan wisata Makam Bung Karno, Perjuangan PETA, dan Kampung Kreatif di Kota Blitar. Pengembangan kawasan ini  akan mendapat pembiayaan dari APBN sekitar Rp66,7 miliar.

“Tentunya ini semua membutuhkan dukungan percepatan dari pemerintah daerah setempat,” imbuh Khofifah.

Khofifah menambahkan Kabupaten Blitar juga memiliki potensi lain dari sektor peternakan/pertanian yakni dari komoditas ayam dan telur yang perlu menjadi perhatian pemda terutama dalam menjaga stabilitas harga agar para peternak bisa sejahtera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper