Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peternak Ayam Blitar Gelar Bazaar Telur, Peminat Membludak

Yang terjadi sebelum dimulai ini massa sudah melanggar prokes, konsumen ribuan justru tidak bisa dikendalikan
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 28 September 2021  |  16:53 WIB
Ribuan massa saat bazaar telur. - dok. PPRN Blitar
Ribuan massa saat bazaar telur. - dok. PPRN Blitar

Bisnis.com, SURABAYA - Para peternak ayam petelur di Blitar Jawa Timur menggelar aksi bazaar telur dan membagikan telur gratis untuk warga untuk mempercepat penyerapan stok telur peternak dengan harapan harga telur dapat segera terkerek.

Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Blitar, Rofi Yasifun mengatakan bazaar yang digelar para peternak Blitar ini dilakukan pada 28 September 2021 mulai pukul 09.00. Hanya saja, datangnya ribuan orang ingin mendapatkan telur gratis maupun dengan membeli telur seharag Rp19.000/kg itu terpaksa dibubarkan lebih awal.

“Kami menggelar bazaar di dekat Pemkab Blitar dan sebelah barat paling ujung dan nyambung sepanjang 20 km sampai ke DPRD, tetapi yang terjadi sebelum dimulai ini massa sudah melanggar prokes, konsumen ribuan justru tidak bisa dikendalikan,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (28/9/2021).

Dia mengatakan bahkan dalam pembagian telur gratis ini sudah sampai, dan masyarakat masih menginginkan telur gratis yang seharusnya mau dijual. Pada akhirnya, setelah pembagian telur gratis selesai, bazaar tersebut dihentikan demi keamanan.

“Kalau ini dibiarkan terus tidak bagus, bisa menjadi seperti penjarahan, akhirnya dilokalisir sehingga warga segera membubarkan diri biar tidak ada konsentrasi massa karena yang datang itu hampir 10.000 an orang,” ujarnya.

Dia mengatakan jumlah telur yang dibagikan gratis oleh peternak sebanyak 5.000 pack dengan kemasan dibungkus plastik dan pita hitam. Sedangkan jumlah telur yang dijual seharga Rp19.000/kg disiapkan stok sebanyak puluhan ton, serta ada sistem bonus jika membeli 5kg akan mendapatkan gratis 15 butir telur.

“Karena tidak memungkinkan menjual telur dengan massa yang banyak, akhirnya telur ini kita amankan ke gudang, sebagian nanti rencananya akan disumbangkan ke panti asuhan. Kami melihat kalau pemberian gratis melibatkan masyarakat ini sepertinya mereka menunggu dapat bansos sehingga tidak bisa kondusif, ternyata rakyat kita tidak sedang baik-baik saja,” ujarnya.

Diketahui saat ini harga telur peternak masih jauh dari harga pokok produksi yakni di tingkat petani harganya sekitar Rp13.000 - Rp14.000/kg. Padahal seharusnya HPP petani sebesar Rp22.750/kg, yang berarti peternak telah rugi sekitar Rp6.000 - Rp7.000/kg. Kerugian sudah dialami para peternak ini selama 11 bulan terakhir.

Problem yang dihadapi para peternak ini beragam mulai dari harga pakan jagung yang mahal mencapai rata-rata di Jatim Rp7.000 an/kg, hingga tingkat penyerapan pasar yang kurang lantaran adanya pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. 

Data di Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim per 28 September 2021 mencatat bahwa harga telur di pasar saat ini rerata hanya Rp18.152/kg. Harga tertinggi terjadi Gresik Rp20.333/kg, dan harga terendah terjadi di Blitar dan Pacitan seharga hanya Rp16.666/kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telur jatim blitar
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top