Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Guru Besar Unair Beri Rekomendasi Penanganan Covid-19 dari Hulu-Hilir, Apa Saja?

Tindakan cepat harus dilakukan yang dilandasi dengan manajemen krisis yang mengedepankan prioritas, urgensi dan dalam upaya bergerak bersama menekan faktor ketidakpastian serendah mungkin
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 31 Juli 2021  |  03:20 WIB
Universitas Airlangga - Istimewa
Universitas Airlangga - Istimewa

Bisnis.com, SURABAYA - Sejumlah guru besar Universitas Airlangga Surabaya memberikan beberapa rekomendasi secara umum dan khusus dalam penanganan Covid-19 di Jawa Timur. 

Adapun melalui Gerakan Aksi Bersama Serentak (Gebrak) Tanggulangi Covid-19 terdapat rekomendasi dari 56 guru besar Fakuktas Kedokteran Unair baik yang masih aktif, maupun sudah pensiun. Rekomendasi itu dirumuskan oleh tim perumus di antaranya Prof Dr. Hendy Hendarto, Prof. Joko Santoso, Prof. David, Prof. Nasaruddin, dan Prof. Cita Rosita dan Dirut RSUD Dr. Soetomo Dr. Joni Wahyuhadi. 

Hendy Hendarto mengatakan pandemi Covid-19 telah merambah seluruh dunia lebih dari 200 negara terdampak dan jutaan manusia terpapar menjadi korban sehingga memicu krisis kesehatan yang memunculkan ketidakpastian, serta semua menjadi sulit diprediksi dan memicu krisis multidimensi. 

"Tindakan cepat harus dilakukan yang dilandasi dengan manajemen krisis yang mengedepankan prioritas, urgensi dan dalam upaya bergerak bersama menekan faktor ketidakpastian serendah mungkin," katanya dalam paparan Gebrak Covid-19 dan rekomendasi secara live, Jumat (30/7/2021). 

Dia mengatakan kasus harian per 29 Juli 2021 masih relatif tinggi, begitu juga kasus kematian di Jatim lebih tinggi yakni 6,57 persen dibandingkan nasional 2,72 persen. Selain itu tingkat keterisian rumah sakit atau BOR juga masih tinggi. 

"Yang mengejutkan antrean di IGD juga tinggi meskipun sudah mulai turun, serta vaksinasi dosis 1 dan 2 masih di bawah target. Bahkan data isolasi mandiri banyak tidak terdeteksi dan termonitor. Masalah pandemi sangat komplek sehingga pemecahan dilakukan di semua lini. Di hulu akan berdampak di hilir, untuk itu program Gebrak akan fokus pada pemecahan komunitas dan internal RS," katanya. 

Adapun terdapat 2 rekomendasi yang disusun oleh para guru besar Unair ini yakni rekomendasi umum dan rekomendasi khusus. Rekomendasi umum terdapat 4 poin, di antaranya, pertama, harus memahami dan mempunyai persepsi yang sama bahwa pada saat ini negara sedang kritis dan dalam kondisi darurat sehingga diperlukan tindakan prioritas yang langsung berdampak pada perbaikan di masyarakat. 

Kedua, diperlukan partisipasi seluruh komponen bangsa dan bergotong-royong mengatasi pandemi beserta dampak yang ditimbulkan yang terintegrasi dengan anggaran dan fasilitas. 

Ketiga, semua kegiatan gerakan aksi bersama selengkapnya tanggulangi dengan harus sinergi dan terkoordinasi dengan Satgas Covid-19 maupun daerah sehingga lebih fokus. Keempat, perlu penguatan dan pemanfaatan sistem teknologi informasi dan komunikasi serta mengikutsertakan akademisi untuk menjaga validitas data selanjutnya. 

Sementara untuk rekomendasi khusus, Pertama, permasalahan di hulu atau masyarakat yang menjadi kelompok paling terdampak atau yang paling menderita harus segera ditolong dengan harapan dapat menekan beban fasilitas kesehatan.

Rekomendasi di hulu di antaranya dengan penguatan pendampinagn isoman oleh nakes, dan panduan telemedicine, dan melengkapi oximeter sesuai kebutuhan dengan melibagkan perguruan tingi dan bersinergi dengan isntitusi terkait dan perhatian kelompok rentan ibu, bayi, anak, dan komorbid perlu kehati-hatian pada klaster keluarga.

Selain itu, diperlukan penguatan satgas tingkat lokal RT/RW, karang taruna, organisasi kampung tanguh dan tokoh masyarakat agama instansi terkait dan melibatkan perguruan tinggi termasuk di dalam edukasi dan sosialisai prokes 6M dan 3T terus menerus. Selanjutnya membuka komunikasi hotline untuk masyarakat yang membutuhkan informasi pandemi sesuai panduan satgas dengan mengikutsertakan perguruan tinggi di lingkungan daerah tersebut.

Rekomendasi khusus di sisi hilir, dijelaskan bahwa telah terjadi gap atau ketidakseimbangan antara permintaan dan suplai sehingga terjadi lonjakan pasien dan kekurangan sarana dan SDM. 

“Untuk mengatasi kekurangan, salah satunya dengan menambah tenaga sarana, SDM dan fasiliats kesehatan dan perhatian pada keselamatan serta kesejahteraan nakes, serta mengatasi lonjakan pasien dengan mengurangi jumlah pasien yang diharapkan secara bertahap dapat diatasi dengan mengatasi masalah hulu di masyarakat,” imbuh Hendy.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan melalui rekomendasi yang diberikan tersebut pemerintah mendapat penguatan dalam menangani Covid-19 yang diharapkan dapat diimplementasikan secara maksimal.

Namun begitu, Khofifah meminta agar rekomendasi yang di dalamnya melibatkan perguruan tinggi itu nantinya juga berseiring dengan layanan kesehatan yang disiapkan pemerintah kepada pasien Covid-19 terutama yang melakukan isolasi mandiri atau saat ini disebut isolasi terpusat (isoter) sesuai kebijakan pusat.

“Jadi apakah dimungkinkan nanti tim nakes yang akan disupport oleh Unair ini kemudian dibangun yang berseiring dengan isoter. Saat ini isoman di daerah padat penduduk mulai dievakuasi ke bawa ke isoter yang memungkinkan dalam monitoring dan kontrol lebih komprehensif dan layanan medis bisa terkoneksi dengan RS rujukan,” ujar Khofifah.

 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa timur universitas airlangga Virus Corona Covid-19
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top