Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Mikro 8 Desa di Bangkalan Diperketat, Kebutuhan Warga Jadi Prioritas

Pemprov Jatim telah mengirimkan sejumlah bantuan untuk 8 desa berupa paket semabo serta peralatan protokol Kesehatan dan kebutuhan penanganan kesehatan yang dibutuhkan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 22 Juni 2021  |  19:39 WIB
PPKM Mikro 8 Desa di Bangkalan Diperketat, Kebutuhan Warga Jadi Prioritas
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) memberi keterangan kepada wartawan didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron (kanan) usai menggelar Rakor penanganan Covid-19 di Pendopo Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (8/6/2021). - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di 8 desa prioritas di Kabupaten Bangkalan.

Adapun 8 desa/kelurahan lokasi PPKM Mikro tersebut di antaranya adalah Kelurahan Kraton, Kelurahan Pejagan dan Kelurahan Bancaran yang ketiganya berada di Kecamatan Bangkalan.

Sedangkan lainnya ada di Desa Arosbaya dan Desa Tengket (Kecamatan Arosbaya), Desa Moarah (Kecamatan Klampis), Desa Kombangan (Kecamatan Geger) dan Kelurahan Tunjung (Kecamatan Burneh).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan untuk mendukung pengetatan PPKM Mikro di wilayah Bangkalan ini, tim gabungan Pemprov Jatim, Pemkab Bangkalan, dan TNI/Polri telah mendirikan posko PPKM mikro.

“Dari hasil rakor tadi malam (21/6/2021) di pokso BPWS, mulai hari ini kita support pembentukan posko pengetatan PPKM Mikor di 8 desa/kelurahan di Bangkalan. Kami berharap semua elemen masyarakat khususnya para ulama dan tokoh lokal akan bersatu dalam penanganan ini,” ujarnya, Selasa (22/6/2021).

Dia mengatakan dalam mendukung pengetatan PPKM Mikro ini, Pemprov Jatim telah mengirimkan sejumlah bantuan untuk 8 desa berupa paket semabo serta peralatan protokol Kesehatan dan kebutuhan penanganan kesehatan yang dibutuhkan.

Sejumlah paket peralatan prokes yang telah disalurkan yakni sprayer 2 unit, desinfektan 10 liter, masker kain 300 pcs, baju hazmat 25 Pcs, sarung tangan karet/latex (pendek), hand sanitaizer 10 liter, face shield 5 pcs, kacamata/savety Goggles 5 pcs, Vitamin C 100 strip, sepatu boot /karet 2 pasang, Thermo Gun 2 unit, timba cuci tangan 5 unit, dudukan timba cuci tangan 5 unit, dan sabun cair 10 liter.

“Semua bantuan logistik dan peralatan prokes ini kita diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Bangkalan oleh Bupati R. Abdul Latif Amin Imron tadi,” imbuhnya.

Khofifah pun meminta kepada seluruh tim yang berada di lapangan untuk menjaga  kedisiplinan warga Bangkalan agar mematuhi ketentuan  PPKM Mikro agar kasus Covid-19 tak semakin menyebar di wilayah lain. 

Menurutnya, jika kedisiplinan dalam pengetatan  PPKM Mikro di 8 desa ini terjaga maka penyekatan di Suramadu otomatis akan dilonggarkan.

“Keberhasilan dalam menurunkan lonjakan kasus covid-19 di Bangkalan ini akan  dapat terwujud jika diikuti oleh kepatuhan bersama masyarakat. Oleh sebab itu kami berharap sinergitas bisa terjalin bersama,” imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni jawa timur bangkalan PPKM
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top