Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kanwil Ditjen BC Jatim II Sita 11,79 Juta Batang Rokok Ilegal

Selain rokok ilegal, operasi yang dilakukan juga berhasil menyita 246,10 liter minuman mengandung etil alkohol  serta terdapat barang tegahan impor, dan narkoba.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 01 Mei 2021  |  12:38 WIB
Kanwil Ditjen BC Jatim II Sita 11,79 Juta Batang Rokok Ilegal
Ilustrasi: Pemusnahan rokok ilegal yang dilakukan Kantor Bea Cukai Palembang, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Dinda Wulandari
Bagikan

Bisnis.com, MALANG — Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jatim II berhasil mengamankan 11.792.251 batang rokok ilegal dalam operasi pemberantasan rokok ilegal pada 2021 sampai pertengahan April.

Kepala Kanwil DJBC Jatim II Oentarto Wibowo mengatakan selain rokok ilegal, operasi yang dilakukan juga berhasil menyita 246,10 liter minuman mengandung etil alkohol  serta terdapat barang tegahan impor, dan narkoba. Operasi bekerja sama dengan Badan Nasional Narkotika provinsi maupun kabupaten/kota, dan Polri.

“Ada 184 SBP [surat bukti penindakan]. Perkiraan nilai barang Rp10,78 miliar dan potensi kerugian negara Rp5,31 miliar,” katanya saat dihubungi, Sabtu (1/5/2021).

Terkait dengan aksi premanisme terhadap petugas BC di Pekanbaru, dia meyakinkan, Kanwil DJBC Jatim II tidak terpengaruh dengan aksi itu. Intinya, penindakan terhadap peredaran rokok ilegal akan jalan terus dilakukan karena positif untuk menjaga keberlangsungan usaha rokok legal.

Apalagi BC dalam melakukan penindakan rokok ilegal selalu mendapatkan dukungan dari asosiasi produsen rokok di Jatim, aparat penegak hukum seperti TNI/Polri, serta pemda.

Sementara itu, Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi), asosiasi pabrikan kecil rokok, dan Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) mengecam aksi premanisme atas petugas Bea dan Cukai Kanwil DJBC Riau di Pekanbaru yang tengah melakukan penindakan pemberantasan rokok ilegal, Senin (19/4/2021).

Ketua Harian Formasi Heri Susianto mengatakan apapun alasannya, aksi premanisme berupa penyerangan secara fisik petugas BC serta perusakan mobil operasional tidak dapat dibenarkan.

“Karena itulah, aksi tersebut harus diusut dan pelakunya dihukum sesuai dengan perundangan,” katanya.

Ketua Gaperoma Johny menambahkan apa yang dilakukan petugas BC tersebut penting untuk menjaga penerimaan negara dari cukai dengan melakukan operasi pemberantasan rokok ilegal.

Oleh karena itu, kata Heri dan Johny, Formasi dan Gaperoma mengapresiasi BC yang secara intensif melakukan operasi pemberantasan rokok illegal karena peredaran rokok tersebut  jelas mengganggu pasar rokok legal. Peredaran rokok legal menjadi terbatas.

Padahal, industri hasil tembakau legal berperan penting dalam mendukung penerimaan negara dari sisi cukai, pajak, dan pajak daerah.

Gaperoma dan Formasi jelas mendukung upaya aparat untuk memberantas peredaran rokok ilegal. Penegakan hukum oleh aparat BC juga harus didukung aparat penegak hukum lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bea Cukai rokok ilegal
Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top