BI Malang Dorong Pengembangan Digitalisasi Ekonomi

Perkembangan digitalisasi menuntut adanya metode pembayaran yang serba cepat, mobile, aman, dan murah.
Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho.
Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho.

Bisnis.com, MALANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang terus mendorong pengembangan digitalisasi ekonomi dan keuangan di wilayah kerja kantor tersebut lewat berbagai sosialisasi, kampanye, maupun penetrasi dengan perluasan penggunaan QRIS di tempat-tempat tertentu seperti pasar tradisional dan destinasi wisata.

Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho mengatakan teknologi digital telah hadir di setiap sudut kehidupan. Tren digitalisasi mempengaruhi perekonomian, mengubah pola transaksi masyarakat, dan mendisrupsi fungsi-fungsi konvensional, termasuk pada sektor keuangan.

“Tren digitalisasi diikuti dengan era sharing economy dan platform economy, serta pola bisnis yang semakin modular,” katanya pada kegiatan Nonton Bareng Opening Ceremony Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 secara hybrid di Malang, Senin (5/4/2021).

Pola bisnis modular, kata dia, menempatkan data sebagai aset sekaligus menjadi kunci daya saing baru di era digital.

Perkembangan digitalisasi menuntut adanya metode pembayaran yang serba cepat, mobile, aman, dan murah.

Di sisi lain, digitalisasi ekonomi dan keuangan juga membawa implikasi risiko yang perlu diwaspadai mengganggu stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kelancaran sistem pembayaran.

Menurut dia, BI Malang terus berupaya mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan dengan berbagai kampanye, sosialisasi, maupun perluasan penggunaan QRIS dengan menggandeng perusahaan penyedia jasa sistem pembayaran dengan memperbanyak merchant.

“Tahun ini kami ditargetkan ada tambahan merchant sebanyak 238.000,” katanya.

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Malang dalam mendukung upaya percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di berbagai sektor.

“Pemerintah Kota Malang mengharuskan yang namanya bantuan-bantuan ini sudah tidak ada yang tunai, sudah non-tunai semuanya. Yang kedua, puskesmas harus digerakkan, pasar-pasar nanti harus digerakkan dengan memanfaatkan teknologi digital. Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan juga saya ,minta terus belajar terus agar transaksi di pasar-pasar tradisional harus bertransaksi digital,” ungkapnya.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper