Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RS Darurat Penanganan Covid-19 UMM Mulai Dibangun

Pembangunan RS Darurat Penanganan Covid-19 tersebut diharapkan rampung dalam waktu 45 hari, agar dapat segera digunakan untuk menangani pasien positif Covid-19.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 05 April 2021  |  20:24 WIB
Lokasi RS Darurat Penanganan Covid-19 UMM. - Istimewa
Lokasi RS Darurat Penanganan Covid-19 UMM. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — RS Darurat Penanganan Covid-19 Universitas Muhammadiyah Malang mulai dibangun dengan biaya Rp40 miliar bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Rektor UMM Fauzan mengatakan pembangunan RS Darurat Penanganan Covid-19 tersebut diharapkan rampung dalam waktu 45 hari, agar dapat segera digunakan untuk menangani pasien positif Covid-19.

“Saya kira cukup waktu pembangunan hanya 45 hari karena hanya satu lantai,” katanya pada peletakan batu pertama pembangunan RS Darurat Penanganan Covid-19 di kompleks RS UMM, Senin (5/4/2021).

Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kemenkes yang sudah membantu untuk merealisasikan pembangunan RS Covid tersebut. Begitupun dengan dukungan dari Bupati Malang beserta jajaran, Rumah Sakit UMM, WIKA dan Yodya Karya.

“Pembangunan RS ini menjadi tekad kami agar Malang, Indonesia serta dunia bisa segera bebas dari Covid-19,” ujarnya.

Bupati Malang M. Sanusi mengapresiasi UMM berkat usahanya yang sangat responsif dalam penanganan pandemi. Tidak hanya dalam beberapa bulan ini saja tapi juga sejak pertama kali pandemi Covid-19 menyebar.

“Banyak pihak yang mendukung dalam penanganan pandemi ini hingga akhirnya angka corona menurun. Data terakhir yang saya dapat hanya tinggal 60 dari 14.600 RT di Kabupaten Malang yang masih kuning. Sisanya sudah menjadi wilayah hijau,” ucapnya,.

Sanusi juga berharap agar UMM bisa terus berkontribusi di semua bidang. Tidak hanya berhenti di usaha di penanganan Covid saja, tapi juga terus eksis dalam kepekaan kebutuhan masyarakat sekitar.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur Reva Sastrodiningrat menjelaskan bahwa pengembangan RS ini merupakan upaya untuk menangani Covid-19, khususnya di wilayah Malang Raya.

RS itu perlu setelah melihat jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang mencapai 1.534.255 orang per-4 April. “Ada sekitar 140.331 pasien positif yang ada di Jawa timur. Sejumlah 10.346 di antaranya berada di wilayah Malang Raya,” tuturnya .

Berdasarkan data tersebut, akhirnya beberapa rumah sakit ditunjuk untuk menjadi RS rujukan virus corona. Salah satunya adalah RS UMM.

Adapun pengembangan rumah sakit darurat penanganan Covid-19 akan dilakukan di atas lahan seluas 8.000 meter persegi. Nantinya akan disediakan sejumlah 65 bed untuk ruang observasi serta delapan bed diperuntukkan sebagai ruang isolasi. Selain itu juga ada ruang screening dan fasilitas penunjang lainnya.

Pembangunan RS darurat tersebut, kata dia, juga menjadi bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyediakan RS khusus Covid-19.

Sebelumnya, telah dibangun beberapa rumah sakit serupa yang berlokasi di Pulau Galang, RSUD dr. Soegiri Lamongan, RSUD Zainul Abidin Kota Banda Aceh dan beberapa tempat lainnya.

Jangka waktu pembangunan RS darurat tersebut diharapkan bisa selesai dalam jangka waktu 45 hari. Adapun seumber pendanaan akan menggunakan dana siap pakai BNPB.

“Harapannya pembangunan RS ini bisa terlaksana secara tepat, baik dari segi biaya, mutu serta tepat waktu 45 hari. Selain itu, semoga bisa segera dijalankan serta didukung dengan peralatan dan tenaga kesehatan yang memadai,” ungkapnya.

Dia berharap agar pembangunan RS tersebut dapat senantiasa dipelihara dengan baik. Sekalipun nanti ketika pandemi sudah menurun dan berakhir. “InsyaAllah RS ini nantinya akan dijadikan sebagai RS penyakit infeksius di Kabupaten Malang ketika pandemi usai,” ucapnya.(K24)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim malang Universitas Muhammadiyah Malang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top