Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banjir Luapan Sungai Lamong Genangi 750 Rumah di Gresik

Banjir akibat luapan Kali Lamong itu mulai bergeser ke Cerme, ditambah tiga kecamatan lainnya, yakni Benjeng, Kedamean, dan Menganti.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  21:48 WIB
Warga mendorong sepeda motornya di tengah jalan yang tergenang banjir di Kabupaten Gresik. - Antara/BPBD Gresik.
Warga mendorong sepeda motornya di tengah jalan yang tergenang banjir di Kabupaten Gresik. - Antara/BPBD Gresik.

Bisnis.com, GRESIK - Banjir di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, memutus akses Jalan Raya Morowudi sebab jalan sepanjang 800 meter itu tergenang hingga 80 cm dan membuat 750 rumah warga di sekitarnya tergenang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Tarso Sagito di Gresik, Selasa (16/3/2021), mengatakan bahwa banjir akibat luapan Kali Lamong itu mulai bergeser ke Cerme, ditambah tiga kecamatan lainnya, yakni Benjeng, Kedamean, dan Menganti.

"Sementara untuk di Kecamatan Balongpanggang, alhamdulillah sudah mulai berangsur surut," kata Tarso, kepada wartawan.

Namun demikian, kata dia, BPBD Gresik tetap melakukan kajian cepat dan monitoring di lokasi terdampak, dengan menyiagakan personel di lokasi banjir, termasuk perahu karet di desa terdampak banjir.

Tarso mencatat di Cerme terdapat 11 desa terendam banjir, masing-masing Dadapkuning, Ngembung, Sukoanyar, Dungus, Betiting, Guranganyar, Morowudi, Iker-iker Geger, Lengkong, Pandu, dan Tambakberas, dengan ketinggian air rata-rata 40 cm.

Kemudian di Kecamatan Benjeng, 11 desa terendam banjir, masing-masing Sedapurklagen, Karangkidul, Deliksumber, Klampok, Kedungsekar, Banter, Munggugebang, Bangkelolor, Gurangploso, Kedungrukem, dan Desa Munggugianti.

Di Kecamatan Menganti yang masih terendam banjir ada di Desa Pranti, serta di Kecamatan Kedamean di Desa Cermen.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan telah menyiapkan langkah, baik untuk penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.

Untuk jangka panjang, kata Yani, pihaknya telah menyiapkan pembebasan lahan dengan anggaran sekitar Rp50 miliar serta telah menentukan lokasinya.

Sementara untuk program jangka pendek, Pemkab Gresik masih menunggu penandatanganan kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk membagi kewenangan dalam normalisasi sedimentasi Kali Lamong.

"Kami butuh MoU ini agar tidak disalahkan di kemudian hari. Setelah ada MoU ditandatangani, kami akan mengerahkan alat berat untuk segera menormalisasi Kali Lamong," tutur Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim gresik

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top