Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Setahun Covid-19 di Jatim, 106 Perawat Meninggal

Khofifah menambahkan 106 orang perawat yang meninggal dunia tersebut telah berjuang dengan memberikan pengorbanan luar biasa pada saat melaksanakan tugas untuk menangani pandemi virus corona di provinsi ini.
Ilustrasi - Perawat mengenakan pakaian APD (alat pelindung diri) baju hazmat (hazardous material) membawa pasien dalam pengawasan Covid-19 (Corona Virus Desease) menuju kamar isolasi khusus RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). /Antara
Ilustrasi - Perawat mengenakan pakaian APD (alat pelindung diri) baju hazmat (hazardous material) membawa pasien dalam pengawasan Covid-19 (Corona Virus Desease) menuju kamar isolasi khusus RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). /Antara

Bisnis.com, MALANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa sebanyak 106 orang perawat di wilayah Jawa Timur yang meninggal dunia akibat virus corona selama pandemi Covid-19.

Khofifah mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan rasa duka mendalam terhadap 106 orang perawat yang meninggal karena terpapar virus corona pada saat memberikan pelayanan kepada masyarakat provinsi itu dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Kita semua berduka, ada 106 perawat di Jawa Timur yang meninggal karena terpapar COVID-19 pada saat memberikan pelayanan," kata Khofifah usai memberikan pengarahan pada HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (16/3/2021).

Khofifah menambahkan 106 orang perawat yang meninggal dunia tersebut telah berjuang dengan memberikan pengorbanan luar biasa pada saat melaksanakan tugas untuk menangani pandemi virus corona di provinsi ini.

"Ini adalah perjuangan dengan pengorbanan yang luar biasa, yang sudah didedikasikan para perawat di Indonesia, khususnya di Jawa Timur," kata Khofifah.

Dalam upaya untuk menekan penyebaran Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pelaksanaan PPKM Mikro tersebut dinilai mampu menekan penyebaran virus corona. Pelaksanaan PPKM mikro dinilai memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

Sebelum penerapan PPKM Mikro, di Jawa Timur terdapat delapan zona merah. Saat ini, sudah tidak ada lagi zona merah penyebaran Covid-19. 16 kabupaten/kota atau sekitar 42 persen berstatus zona kuning.

PPKM Mikro di Jawa Timur akan diperpanjang hingga 22 Maret 2021, mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 5 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Di wilayah Jawa Timur, secara keseluruhan tercatat ada 134.852 kasus konfirmasi positif virus corona. Dari total kasus tersebut, sebanyak 123.066 orang dilaporkan sembuh, sementara 9.495 orang dinyatakan meninggal dunia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper