Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lonjakan Kasus Covid-19, Asrama Haji Surabaya Siap Digunakan Kembali

Langkah ini untuk mencegah terjadinya antrean panjang pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejumlah rumah sakit di Surabaya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  12:31 WIB
Ilustrasi. Sejumlah warga yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 saat dipulangkan dari tempat karantina di Asrama Haji Surabaya.  - Antara/Pemkot Surabaya
Ilustrasi. Sejumlah warga yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 saat dipulangkan dari tempat karantina di Asrama Haji Surabaya. - Antara/Pemkot Surabaya

Bisnis.com, SURABAYA - Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan Asrama Haji Surabaya siap digunakan kembali untuk merawat pasien yang terpapar Covid-19.

Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Kamis (7/1/2021), mengatakan hingga saat ini berdasarkan data tercatat masih ada sekitar 112 tempat tidur tanpa tekanan negatif yang siap digunakan.

"Kami mengimbau kepada rumah sakit untuk mengarahkan pasien di Asrama Haji apabila kondisi pasien sudah lebih baik," katanya.

Menurut dia, langkah ini untuk mencegah terjadinya antrean panjang pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejumlah rumah sakit di Surabaya. "Kalau saya lihat pekan lalu dibandingkan sekarang sudah berkurang," katanya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Hermin menyebut hampir 50 persen rumah sakit di Kota Surabaya saat ini menerima rujukan pasien dari luar daerah.

Tidak hanya itu, keberadaan rumah sakit darurat, yakni Rumah Sakit Lapangan di Jalan Indrapura Surabaya juga cukup membantu dalam penanganan Covid-19. "Pasien-pasien orang tanpa gejala juga ditampung di tempat itu," ujarnya.

Hal sama juga dikatakan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya dr. Bhramana Askadar. Ia menyampaikan sebenarnya pasien yang dirawat di rumah sakit di Surabaya ini tidak sepenuhnya berasal dari Surabaya.

"Saat ini kondisinya tidak 100 persen pasien adalah warga Surabaya," katanya.

Merujuk data Covid-19 yang dirilis Pemprov Jatim, terjadi pertambahan 48 kasus konfirmasi corona di Kota Surabaya per Rabu (6/12/2020). Sembuh bertambah 31 orang dan meninggal bertambah 1 orang. Kumulatif kasus positif menjadi 18.447 orang, sembuh 17.037 orang dan meninggal 1.257 orang.

Alhasil ada 153 kasus aktif di Surabaya, meningkat drastis dibanding posisi akhir tahun yang tak mencapai 100 orang. Bahkan saat kampanye pilkada pada November 2020 kasus aktif berada di kisaran 70 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top