Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menko PMK: Angkatan Kerja Perlu Kuasai Teknologi Informasi

Optimisme tinggi yang dimiliki mampu membuat kita lebih siap untuk melewati tantangan yang ada.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 07 Desember 2020  |  17:26 WIB
Menko PMK Prof Muhadjir Effendy saat memberikan orasi secara virtual pada wisuda ke-98 periode IV, Senin (7/12/2020). - Istimewa
Menko PMK Prof Muhadjir Effendy saat memberikan orasi secara virtual pada wisuda ke-98 periode IV, Senin (7/12/2020). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Angkatan kerja perlu menguasai teknologi informasi komunikasi lebih dalam agar sukes menghadapi perubahan yang semakin dinamis, terutama pada era pandemi.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Prof. Muhadjir Effendy mengatakan pembangunan SDM yang dibarengi dengan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat penting.

“Dua hal tersebut menjadi modal utama bagi wisudawan dan wisudawati dalam menghadapi perubahan yang semakin hari semakin dinamis. Apalagi di tengah pandemi yang menuntut angkatan kerja untuk memahami TIK lebih dalam,” katanya saat memberikan orasi secara virtual pada wisuda ke-98 periode IV UMM, Senin (7/12/2020).

Dia juga mengajak wisudawan dan wisudawati untuk tetap optimistis meski pandemi Covid-19 belum mereda. Optimisme tinggi yang dimiliki mampu membuat kita lebih siap untuk melewati tantangan yang ada.

Selain itu, optimisme juga dapat menumbuhkan kemampuan beradaptasi serta berinovasi dengan cepat dan tepat. Lebih-lebih di kondisi pandemi yang tak kunjung berhenti.

Menurut dia, jumlah pengangguran di Indonesia yang berpotensi naik hingga sekitar 15 juta orang. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh roda ekonomi yang masih seret berputar karena pandemi yang terjadi.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan untuk memperhatikan dengan seksama perputaran ekonomi yang terjadi di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah berusaha menekan angka penduduk miskin dengan berbagai program.

Muhadjir berharap pula agar bantuan UMKM tetap dapat menghidupkan ekonomi masyarakat. Indonesia sendiri telah memiliki lebih dari 65 juta UMKM yang tersebar di seluruh daerah.

“Jika setiap UMKM menyerap dua tenaga kerja saja, maka ada 130 juta orang yang bekerja di sektor UMKM ini,” ucapnya.

Pemerintah juga sudah menyiapkan program kartu prakerja. Program yang bertujuan untuk menambah bekal serta kompetensi bagi angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan.

Begitupun dengan mereka yang terdampak PHK akibat Covid-19, dia berharap, program ini mendorong angkatan kerja untuk membuka lapangan pekerjaan, mendapat pekerjaan atau juga bekerja secara mandiri.

Ketika seseorang sudah bekerja dan memiliki penghasilan, maka roda ekonomi akan lebih mudah berputar.

Dia juga mendorong wisudawan dan wisudawati agar dapat memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada meskipun sempit. Dia percaya bahwa mereka mampu berinovasi dan mengatasi berbagai masalah dengan bekal yang sudah diperoleh selama berkuliah di UMM.

“Setiap kesulitan yang dihadapi pasti selalu ada kemudahan di baliknya. Tetap bekerja keras dan optimis menghadapi segala kesulitan adalah kunci utama,” ujarnya.

Menko PMK juga berpesan agar wisudawan, wisudawati serta tamu undangan terus berupaya mengampanyekan disiplin protokol kesehatan. Hal itu tidak lepas dari jumlah kematian di Indonesia yang masih tergolong tinggi dampak dari Covid-19.

Tercatat, ada 557.877 kasus Covid-19 hingga 4 November 2020, 462.533 di antaranya sudah sembuh dan sayangnya 17.355 meninggal.

Rektor UMM, Fauzan menekankan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan saat prosesi wisuda. Di samping itu Fauzan juga berterimakasih kepada wali wisudawan yang menyempatkan hadir meski ada banyak keterbatasan dalam gelaran wisuda.

Sekretaris Badan Pembina Harian UMM Wakidi berharap agar para wisudawan dapat mewarisi sifat-sifat yang sudah diperoleh selama studi di UMM. Beberapa di antaranya berjuang untuk kesejahteraan umum, menjalin ukhuwah islamiyah, dan mengindahkan hukum yang berlaku di Indonesia.

Selain itu juga harus bersikap adil dan korektif baik ke dalam maupun ke luar. “Semoga dengan bekal yang sudah UMM berikan, wisudawan dan wisudawan dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan yang sering kita hadapi,” katanya.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim Universitas Muhammadiyah Malang muhadjir effendy
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top