Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah Wisata Jatim, Jam Pendakian ke Gunung Ijen Berubah

Daya tarik utama Gunung Ijen mulai kawah berwarna hijau, belerang kuning yang dihasilkan, lereng bergurat menyerupai akar, dan paling utama fenomena blue fire - api biru yang keluar di antara celah lereng kawah.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 28 November 2020  |  10:59 WIB
Pencari belerang di Kawah Gunung Ijen. - Bisnis/Syaharuddin Umngelo.
Pencari belerang di Kawah Gunung Ijen. - Bisnis/Syaharuddin Umngelo.

Bisnis.com, SURABAYA - Celetukan pedagang tudung kepala dan senter di sekitar parkiran kawasan Gunung Ijen mengagetkan kami. "Pendakian baru bisa jam tiga [03.00] mas," katanya saat melihat Tim Jelajah Bisnis Indonesia turun dari mobil sudah memakai sepatu dan membawa tas ransel.

Saat itu, jam 01.00 WIB, Jumat (27/11/2020). Di parkiran ada sejumlah kendaraan pribadi, sedikitnya lima mobil MPV dan satu elf. "Waduh, trus gimana ini?" reaksi Syaharuddin, anggota tim jelajah mendengar informasi terbaru itu.

Kami akhirnya memutuskan tidur di jok mobil sembari menunggu jam pendakian dibuka. Pilihan itu paling masuk akal karena tim baru tiba dari perjalanan delapan jam. Meski ada juga sebagian rombongan pendaki yang memilih menghangatkan tubuh di seputaran api unggun di depan warung-warung.

Fenomena geologi kawah merupakan daya tarik utama Gunung Ijen. Ragamnya mulai kawah berwarna hijau, belerang kuning yang dihasilkan, lereng bergurat menyerupai akar, dan paling utama fenomena blue fire - api biru yang keluar di antara celah lereng kawah.

Api biru hanya bisa dilihat saat pekat malam masih meraja. Saat mentari terbit, lidah-lidah api tersamarkan cahaya matahari. Oleh karenya untuk melihat api biru pendakian harus dilakukan malam hari dengan harapan sampai di kawah saat hari masih gelap.

Pendakian untuk memburu blue fire inilah yang belum bisa dilakukan saat pandemi. Alasannya, agar tidak terjadi kerumunan di puncak Ijen. Agar protokol kesehatan terjaga.

Tim Jelajah Wisata Jatim - Bisnis Indonesia melakukan reservasi tiket untuk ke Ijen via online/daring. Pertimbangan batasan pengunjung saat pandemi, transaksi cashless (minim kontak fisik), menjadi pertimbangan agar protokol berwisata aman saat pandemi terpenuhi.

Sebenarnya tim ingin mengunjungi kawah Ijen dan taman margasatwa. Namun, batasan jumlah pengunjung membuat tiket ke kawah Ijen saja yang berhasil didapat. Tiket online yang ditandai qrcode akan diperiksa saat hendak masuk jalur pendakian. Saat Jumat kemarin kurang dari 100 orang yang mendaki ke kawah ijen.

Adapun kegiatan Jelajah Wisata Jatim - Bisnis Indonesia didukung oleh : Bank Jatim, PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), PT Pertamina (Persero), Assa Rent, Polygon. Informasi kegiatan ini bisa dibaca pula di Bisnis.com.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya Jelajah Jawa-Bali Jelajah Wisata Jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top