Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kota Malang Segera Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

Pemkot Malang juga telah melakukan uji coba pelaksanaan sekolah luring dengan protokol kesehatan ketat.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 23 November 2020  |  05:42 WIB
Ilustrasi. - Antara
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, MALANG — Pemkot Malang segera memberlakukan sekolah luring dengan protokol kesehatan ketat dengan pertimbangan penanganan Covid-19 sudah relatif terkendali dan masyarakat sendiri menginginkan model sekolah seperti itu.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan hasil sigi kota tersebut menunjukkan bahwa orang tua dan siswa meminta agar sekolah luring diberlakukan dengan komposisi 73 persen.

“Sisanya menolak. Namun yang menolak tidak semua karena faktor tidak setuju sekolah luring, tapi karena sudah nyaman dengan daring serta agar tidak perlu repot mengantar anaknya ke sekolah,” ujarnya dihubungi di Malang, Minggu (22/11/2020).

Di samping itu, Pemkot Malang juga telah melakukan uji coba pelaksanaan sekolah luring dengan protokol kesehatan ketat. Hasilnya positif. Artinya pelaksanaan sekolah luring dengan protokol kesehatan memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Jadi saya kira masyarakat harus diajak belajar bersama-sama bahwa pandemi ini tidak tahu kapan selesainya. Karena itulah kita harus mempunyai keberanian,” ujarnya.

Pemkot Malang sudah melakukan simulasi terkait pembelajaran luring di SMPN 8 dan beberapa SDN. SMPN 5 dan SMPN 3 juga sudah mengikuti simulasi.

Lagi pula, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sudah memberikan sinyal bahwa sekolah luring boleh dilakukan pada Januari 2021 dengan syarat-syarat tertentu.

Untuk mempersiapkan pelaksanaan sekolah daring, maka d kepala sekolah, orang tua sebelumnya diajak sosialisasi. Aturan mainnya menggunakan SKB 4 Menteri tentang pembelajaran di masa pandemi.

“Isinya hampir sama dengan yang ditetapkan Pemkot Malang seperti separuh kelas, tidak ada istirahat. Jadi anak-anak keluar masuknya juga dipantau. Orang tua yang keberatan mengikuti kegiatan luring juga bisa mengikuti kegiatan daring untuk anaknya,” ujarnya.

Agar kegiatan pembelajaran luring bisa sukses, maka harus disiplin diri, juga punishment bagi mereka yang melanggar, termasuk sanksi bagi siswa, tidak terbatas orang tua murid.

Kesiapan alat-alat kesehatan, dia meyakinkan, juga sudah tidak ada masalah. Pemkot Malang sudah memberikan thermogun, sudah dibangun wastafel. Sterilisasi juga sudah seminggu sekali, tempat duduknya juga dibuat jarak dan diatur.

Menurut dia, pelaksanaan tidak menunggu tahun ajaran baru. “Secepatnya,” ujarnya.

Kegiatan luring tersebut, kata dia, juga sesuai dengan anjuran Presiden Jokowi agar dalam mengelola daerah pada era pandemi harus mempertimbangkan secara tepat antara gas dan rem.

Ekonomi sedang terpuruk, maka gas agak dilonggarkan. Jika tidak dilakukan, maka pertanyaan sampai kapan terjadi pengetatan. “Namun yang jelas perlu dilakukan simulasi terlebih dulu supaya persiapannya matang,” ujarnya.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah jatim malang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top