Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PTPN XI Bakal Optimalisasi Produksi dan Aset

Giling terakhir dilakukan pabrik gula (PG) Djatiroto jelang akhir Oktober 2020 evaluasinya rendemen rata-rata 6,98 turun bila dibanding tahun lalu yakni 7,91.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 November 2020  |  06:09 WIB
Gula pasir.
Gula pasir.

Bisnis.com, SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara XI akan melakukan evaluasi akhir giling 2020, tujuannya sebagai upaya peningkatan dan perbaikan kinerja, dengan dimulai per kluster, yakni kluster wilayah barat terlebih dahulu.

Direktur PTPN XI, R Tulus Panduwidjaja di Surabaya, Rabu (18/11/2020) mengatakan evaluasi akan dilakukan dengan melihat masalah potensial yang terjadi, dan melakukan mitigasi terhadap upaya masalah yang ada, sehingga giling 2021 bisa lebih baik dengan target laba meningkat.

"Beberapa upaya yang kami akan dilakukan dalam evaluasi ini antara lain memaksimalkan fungsi kontrol di setiap lini produksi, penyiapan bahan baku produksi baik kualitas dan kuantitas, memacu kreativitas karyawan dengan utilisasi aset sehingga bisa produktif, serta minimalisasi investasi yang tidak langsung bisa berdampak pada hasil produksi," kata Tulus, kepada wartawan.

Ia mengatakan, potensi peningkatan kinerja masih terbuka, sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk optimalisasi produksi, mulai dari on farm hingga optimalisasi aset.

"Dari evaluasi yang dilakukan, masih memungkinkan untuk dilakukan upaya perbaikan untuk mendongkrak kinerja korporasi. Saat ini, di kebun atau On farm sudah mulai dilakukan pengawasan dan pengendalian sehingga produktivitas kebun bisa terjaga," katanya.

SEVP Operation PTPN XI, Agus Setiono mengatakan beberapa kebun memiliki potensi tinggi seperti produktivitas 200 ton per hektare di HGU Djatiroto.

"Ini menjadi tolak ukur kebun lain, ini menjadi asa bersama. Seperti wilayah barat, akan kita coba optimalkan lahan perhutani yang kerja sama agroforesty dengan kami," kata Agus, menjelaskan.

Sementara itu, giling terakhir dilakukan pabrik gula (PG) Djatiroto jelang akhir Oktober 2020, dan total tebu yang digiling 3,8 juta ton tebu, naik dari tahun 2019 yang sebesar 3,6 juta ton.

Sedangkan gula produksi mencapai 291 ribu ton, gula kristal putih naik bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 286 ribu ton. Rendemen rata-rata 6,98 turun bila dibanding tahun lalu yakni 7,91.
\

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula ptpn xi

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top