Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengulik Sejarah Trem di Malang dan Jawaban Wali Kota Soal Polemik Kayutangan

Jalur trem yang ingin dibangun MS, yakni dari Malang melalui Gondanglegi ke Dampit. Beberapa jalur cabang meliputi Gondanglegi-Senggoro-Kepanjen, Malang-Pandem-Karangploso-Singosari, dan Malang-Wendit-Tumpang.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 13 November 2020  |  16:27 WIB
Pengerjaan proyek Kayutangan Heritage Kota Malang. - Istimewa
Pengerjaan proyek Kayutangan Heritage Kota Malang. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Proyek revitalisasi Kayutangan Heritage di Kota Malang, memunculkan kembali ingatan masyarakat tentang penggunaan moda transportasi massal pada era kolonial di sana, yakni moda trem atau kereta listrik.

Ingatan itu muncul karena saat pengerjaan, ditemukan rel trem di beberapa ruas jalan, terutama di kawasan Kayutangan.

PT Kereta Api Indonesia Daop 8 mencatat, Malang merupakan ujung dari jalur kereta api pertama yang dibangun oleh perusahaan kereta api negara Staatsspoorwegen (SS), yakni lintas Surabaya-Pasuruan-Malang.

Jalur tersebut diresmikan pada 20 Juli 1879 oleh Gubernur Jenderal Mr. J. W. van Lansberge. Wilayah Malang merupakan daerah dataran tinggi yang subur. Komoditas yang mendominasi di Malang adalah kopi yang mulai berkembang tahun 1830-an. Selain kopi, komoditas yang dibudidayakan adalah tebu dan tembakau.

Dilihat dari sisi demografi, Malang mengalami penambahan populasi dari tahun ke tahun. Keberadaan transportasi ular besi di Malang memberikan dampak yang signifikan. Komoditas perkebunan ekspor diangkut ke Surabaya untuk selanjutnya dikapalkan ke Eropa.

Pun sebaliknya, barang kebutuhan dari Surabaya dibawa dengan kereta api menuju Malang. Dalam perkembangannya, dibangun jaringan trem di Malang. Trem memiliki karateristik yang berbeda dengan kereta api.

Lokomotif dan gerbong trem berukuran lebih kecil, kecepatan lebih rendah, kapasitas pengangkutan yang lebih kecil, dan jarak tempuh yang lebih dekat. Selain itu pembukaan jalur trem cukup diputuskan oleh kepala pemerintah setempat (residen), berbeda dengan jalur kereta api yang diputuskan oleh pemerintah pusat baik di Den haag maupun Jakarta.

Perusahaan swasta Malang Stoomtram Maatschappij (MS) merupakan operator trem di Malang. MS memiliki kedudukan di Amsterdam, berikut dewan direksi dan komisarisnya.

Maskapai ini memiliki aliansi dengan Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM) yang mengelola trem di Kediri. Terbukti, seluruh komisaris MS berasal dari mantan komisaris KSM.

Guna menjalankan roda bisnisnya, di Jawa ditunjuk perwakilan yang bertugas sebagai pimpinan perusahaan. Modal awal MS terdiri atas 1800 lembar saham @f 1000.

Jalur trem yang ingin dibangun MS, yakni dari Malang melalui Gondanglegi ke Dampit. Beberapa jalur cabang meliputi Gondanglegi-Senggoro-Kepanjen, Malang-Pandem-Karangploso-Singosari, dan Malang-Wendit-Tumpang.

Berbeda dengan kebanyakan perusahaan kereta maupun trem lainnya yang mengutamakan layanan angkutan barang, MS lebih menitikberatkan pada pelayanan angkutan penumpang.

Beberapa alasanya, yakni jalur MS tidak memiliki sambungan ke pelabuhan dan tidak ada upaya mencapainya. Juga, MS membangun jalur trem jarak pendek yang menghubungkan titik terdekat.

Layanan penumpang trem MS dibedakan menjadi tiga kelas. Kelas 1 diperuntukkan bagi orang Eropa, Kelas 2 untuk orang Timur Asing (Cina, Arab), dan Kelas 3 dikhususkan bagi pribumi.

Perbedaan kelas juga sejalan dengan tarif yang berbeda. Tarif Kelas 1 paling tinggi dibanding Kelas 2 dan Kelas 3.

Keberadaan trem MS di Malang mampu memberikan dampak bagi kemajuan daerah-daerah yang dilaluinya. Jalur trem MS yang melintasi daerah pedalaman menjadikan daerah tersebut mudah ditempuh.

“Dulunya di wilayah Malang Raya terdapat jalur trem yang membentang dari Malang Kotalama hingga Blimbing. Saat ini, bekas jalur trem tersebut masuk ke dalam aset dari KAI,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto, dihubungi dari Malang, Jumat (13/11/2020).

Terkait dengan upaya rencana reaktifasi trem di Malang, Humas Balai Perkeretapian Wilayah Jawa Timur Gatot mengatakan masih belum ada rencana. “Belum ada,” katanya.

Konsultan Management Konstrumsi Pembangunan Program Kotaku Alif Riwidya mengatakan jika proyek revitalisasi Kayutangan Heritage itu rampung maka penataan maupun perwajahannya mirip Malioboro di Yogyakarta. Kayutangan Heritage nantinya menjadi juga menjadi landmark Kota Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan ditemukannya jalur rel trem di Kayutangan membuktikan bahwa kawaan tersebut bersejarah bagi Kota Malang. Karena itulah sudah tepat jika Kayutangan sebagai heritage.

Dia juga meminta kepada pelaksana proyek agar posisi rel diberi penanda bahwa di lokasi itu ada rel trem pada masa kolonial.

Dengan ditutupnya ruas jalan karena adanya pengerjaan proyek Kayutangan Heritage berdampak macetnya di beberapa ruas jalan ketat. Sutiaji meminta masyarakat memaklumi karena jika proyek revitalisasi itu selesai, maka dampaknya sangat positif bagi Kota Malang. Selain mempercantik, juga akan mendorong sektor pariwisata di Kota Malang dengan adanya wisata budaya dan kuliner khas selain wisata pedestrian di kawasan tersebut.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim malang jawa timur
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top