Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Libur Panjang, PHRI Jatim Minta Pengelola Hotel Lakukan Protokol Kesehatan Ketat

Dengan libur panjang yang benar-benar panjang harinya, diperkirakan destinasi wisata di Jawa Timur akan dibanjiri wisatawan. Hotel, restoran, dan tempat wisata akan ramai dikunjungi orang.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  17:34 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberikan pemaparan saat menghadiri musyawarah nasional PHRI XVII di Karawang, Jawa Barat, Senin (10/2 - 2020). Bisnis
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberikan pemaparan saat menghadiri musyawarah nasional PHRI XVII di Karawang, Jawa Barat, Senin (10/2 - 2020). Bisnis

Bisnis.com, MALANG — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur meminta pengelola hotel dan restoran melaksanakan protokol kesehatan secara ketat mengantisipasi libur panjang akhir Oktober 2020.

Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono mengatakan libur pada akhir Oktober 2020 memang betul-betul panjang, dari Kamis-Minggu. “Biasanya, wisatawan sudah ke destinasi wisata sejak Rabu, setelah pulang kerja,” ujarnya dihubungi dari Malang, Jumat (23/10/2020).

Dengan libur panjang yang benar-benar panjang harinya, lanjutnya, maka diperkirakan destinasi wisata di Jatim akan dibanjiri wisatawan. Hotel, restoran, dan tempat wisata akan ramai dikunjungi orang.

Mengantisipasi kondisi tersebut, dia meyakinkan, pengelola tempat wisata akan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan standarisasi kementerian terkait kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Bagaimanapun, pelaku industri pariwisata tidak ingin, saat kegiatan pariwisata marak yang ditandai dengan tingginya tingkat okupansi hotel dan restoran serta objek wisata justru menimbulkan klater Covid-19 baru.

Pelaku industri pariwisata, dia meyakinkan, telah belajar dari pengalaman pada libur Idulfitri. Dengan tingginya aktivitas warga, maka berdampak meningkatkan angka penambahan positif Covid-19 yang justru memukul industri pariwisata.

“Di Jatim saat ini sudah baik, sudah ke zona kuning. Kalau angka Covid-19 meningkat dan menjadi zona orange, apalagi merah, maka mereka akan terdampak karena pasti akan ada kebijakan dari pengaturan dari pemerintah yang dampak membatasi adanya aktivitas orang, ada pengetatan,” ujarnya.

Selain itu,tingginya angka Covid-19 juga menjadikan wisatawan tidak percaya, bahkan takut, untuk berwisata.

Karena itulah, PHRI Jatim telah mengingatkan masalah tersebut kepada anggotanya. Intinya, pengelola hotel dan restoran jangan sampai lengah dalam penerapan protokol kesehatan saat tingkat hunian maupun kunjungan meningkat.

Ada skenario-skenario yang bisa dilaksanakan untuk menghindarkan kerumunan orang di hotel, terutama pada saat makan pagi. Hotel bisa mengatur jadwal makan pagi secara bergelombang sehingga jam makan pagi diperpanjang.

Juga, hotel bisa memberikan layanan makan pagi di kamar. Hotel menyediakan makanan dan minuman dalam kemasan.

“Jadi saat tamu datang, langsung ditawari apa menu pilihannya dan nantinya diantar di kamar masing-masing,” ucapnya.

Yang juga menjadi perhatian, kata dia, sikap dari wisatawan dan masyarakat sendiri. Masyarakat yang tidak berwisata, lebih baik di rumah sehingga tidak menjadikan di sekitar tempat-tempat terjadi kerumunan massa.

Begitu pula wisatawan, harus disiplin melaksanakan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak, memakai masker, dan sering mencuci tangan dengan sabun.

“Jadi intinya semua pihak harus menjaga diri agar tidak terjadi peningkatan angka positif Covid-19 yang dampaknya akan memukul sektor industri ini. Saat ini, tingkat hunian di Jatim sudah mengarah ke perbaikan, yakni 30 persen. Bagaimanapun keberadaan sektor pariwisata sangat dibutuhkan masyarakat sehingga harus bisa dijaga bersama,” katanya.

Sebelumnya, dalam suatu kesempatan terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji mewaspadai adanya libur panjang akhir Oktober 2020 yang ditandai dengan banyaknya wisatawan ke kota tersebut sehingga perlu diantisipasi pelaku industri pariwisata.

Karena itulah, dia minta pengelola hotel dan restoran untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat pada tamu-tamunya agar tidak terjadi peningkatan positif Covid-19.

Bagi masyarakat, diharapkan memberi contoh bagi wisatawan asal luar kota dengan menjalan protokol 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan dengan memakai sabun.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phri Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top