Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sepekan Corona di Surabaya, Rata-rata Kasus Turun

Kasus tertinggi terkonfirmasi corona per hari 64 orang dan terendah 28 orang.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  07:08 WIB
Sejumlah pesepeda melintas di dekat dinding bermural di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/10/2020). Mural di sepanjang dinding viaduk Gubeng itu sebagai sarana imbauan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. - Antara/Didik Suhartono
Sejumlah pesepeda melintas di dekat dinding bermural di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/10/2020). Mural di sepanjang dinding viaduk Gubeng itu sebagai sarana imbauan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA - Kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Surabaya periode Senin-Minggu (12-18/10/2020) menunjukkan penurunan dibanding pekan sebelumnya.

Kumulatif kasus periode tersebut 343 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan kata lain rata-rata harian penambahan kasus sebanyak 49 orang.

Adapun pada periode tersebut, kasus tertinggi terkonfirmasi corona per hari 64 orang dan terendah 28 orang. 

Data sepekan terakhir berdasar publikasi harian Pemprov Jatim sbb:

Minggu,

18/10

Sabtu,

17/10

Jumat,

16/10

Kamis,

15/10

Rabu,

14/10

Selasa,

13/10

Senin,

12/10

Total
Positif44285033606464343
Sembuh534060757310176478
Meninggal223335422

Periode Senin-Minggu (5-11/10/2020), terdapat 409 konfirmasi, dengan kata lain rata-rata per hari 58,4 orang terkonfirmasi corona. Sedangkan kumulatif kesembuhan 489 orang alias per hari ada 69,8 orang sembuh. Total kematian dalam sepekan 27 orang atau rata-rata 3,8 per hari.

Adapun pergerakan hariannya sbb:

Minggu,

11/10

Sabtu,

10/10

Jumat,

9/10

Kamis,

8/10 

Rabu,

7/10

Selasa,

6/10

Senin,

5/10

Total
Positif49555965696844409
Sembuh60807577708245489
Meninggal335355327

Dari data harian di atas, terlihat pertambahan konfirmasi terendah 44 orang per hari. Rekor pertambahan harian terendah tersebut juga terjadi pada pekan sebelumnya, yang data pergerakan hariannya sbb:

Minggu,

4/10

Sabtu,

3/10

Jumat,

2/10

Kamis,

1/10

Rabu,

30/9

Selasa,

29/9

Senin,

28/9

Total
Positif44606970797980481
Sembuh506874759110090548
Meninggal244646531

Sementara pada periode Minggu-Sabtu (23-29/8/2020) penambahan harian konfirmasi Covid-19 di Surabaya berada di rentang 80-90an kasus perhari. Periode Jumat-Kamis (14-20/8/2020), pertambahan konfirmasi harian 100-200 kasus per hari.

Adapun pada Juli, kasus pertambahan harian corona di Surabaya berada di rentang 65-210 kasus per hari. Pada periode ini tingkat pertambahan kasus hampir seimbang dengan tingkat kesembuhan.

Temukan Ketidakpatuhan

Dalam perkembangan lain, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini gencar memimpin operasi protokol kesehatan di sejumlah pusat-pusat keramaian setiap akhir pekan, guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Per 18 Oktober kemarin, kumulatif Corona di Surabaya sebanyak 15.323 kasus, 13.965 sembuh dan 1.128 orang meninggal. Dengan kata lain ada 230 kasus aktif.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara di Surabaya, Minggu (18/10/2020), mengatakan setiap akhir pekan Pemkot Surabaya menggelar patroli protokol kesehatan seperti biasanya. Bahkan, di masing-masing kecamatan juga digelar operasi serupa untuk menjamin semua warga sudah mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

"Sedangkan operasi di Taman Bungkul pada Sabtu (17/10) malam langsung dipimpin oleh Ibu Wali Kota. Ternyata, memang masih banyak yang melanggar (protokol kesehatan) karena tidak jaga jarak," kata Febriadhitya.

Akhirnya, dengan operasi mendadak ini bisa mendapatkan sekitar 300 warga yang pada saat itu pula dilakukan tes cepat (rapid test). Bagi pengunjung yang diketahui hasilnya reaktif, maka langsung dilakukan pemeriksaan usap (swab).

"Jika ada yang positif Covid-19 langsung diisolasi di Asrama Haji untuk warga Surabaya. Sedangkan bagi warga luar Surabaya yang reaktif, kami akan berkoordinasi dengan rumah sakit lapangan (Indrapura) untuk isolasi di sana," katanya.

Wali Kota Risma pada saat memimpin operasi protokol kesehatan di Taman Bungkul langsung meminta petugas Linmas dan Satpol PP untuk memblokade setiap akses jalan masuk dan keluar di Taman Bungkul.

Akhirnya, para pengunjung yang didominasi anak muda ini tidak bisa keluar atau kabur dari area taman yang berada di Jalan Raya Darmo itu. Mereka pun kebingungan karena tiba-tiba saja petugas menutup setiap akses jalan di Taman Bungkul.

Dengan pengeras suara, Wali Kota Risma mengimbau kepada para pengunjung itu agar dapat membatasi kegiatan atau aktivitas kumpul-kumpul di luar rumah sebab Covid-19 ini mudah sekali menular dan tak memandang usia.

Meski Wali Kota Risma tidak melarang kegiatan kumpul-kumpul, namun ia berharap para pengunjung yang didominasi anak muda itu dapat saling menjaga jarak dan tetap memakai masker. Ia hanya tak ingin ada lagi warganya yang tertular Covid-19.

Sementara untuk skala provinsi, kasus corona per 18 Oktober terdapat tambahan 242 orang positif sehingga kumulatif 48.932 orang, sembuh bertambah 253 orang sehingga kumulatif 42.708 orang, meninggal bertambah 15 orang sehingga kumulatif 3.544 orang. Total pasien dirawat sebanyak 2.680 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya

Sumber : Pemprov Jatim dan Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top