Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jalur Lintas Selatan Jatim Lot 6 dan 7 akan Rampung 2023

Proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) bagian Lot 6 dan 7 yang membentang di sepanjang kawasan Prigi Trenggalek – BTS Jawa Timur ditargetkan rampung pada April 2023.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 14 September 2020  |  16:20 WIB
Ilustrasi: Jalan Lintas Selatan Jatim - mappijatim.or.id
Ilustrasi: Jalan Lintas Selatan Jatim - mappijatim.or.id

Bisnis.com, SURABAYA – Proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) bagian Lot 6 dan 7 yang membentang di sepanjang kawasan Prigi Trenggalek – BTS Jawa Timur ditargetkan rampung pada April 2023.

Sodeli, Plh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Bali, mengatakan, saat ini pihaknya berusaha mempercepat pembangunan yakni dimulai dari Brumbun pada Lot 7 diselesaikan Oktober 2022, sehingga akhir 2022 dan awal 2023, ruas dari Trenggalek melalui wilayah Prigi sudah bisa tembus sampai dengan Brumbun.

“Tinggal dari Brumbun arah ke lot 7 ada 34 Km. Kalau 34 Km ini diprogramkan pada 2021 dan 2022 bisa tembus sampai ke Blitar,” jelasnya dalam rilis, Senin (14/9/2020).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan keberadaan JLS diharapkan bisa menjadi daya pengungkit keseimbangan pembangunan utara dan selatan Jatim, apalagi saat ini Bandara Kediri sudah dalam tahap ground breaking.

“Jika JLS Lot 6 dan 7 selesai, diharapkan semua sektor bisa didorong dari sini, supaya bisa bersambung upaya peningkatan kualitas SDM serta pertumbuhan ekonominya,” katanya.

Menurutnya, ruas jalan JLS ini dianggap penting lantaran menjadi akses di kawasan Tulungagung-Trenggalek, sekaligus mempermudah akses koneksitas wisata pantai di selingkar Wilis khususnya wilayah Tulungagung dan Trenggalek.

Adapun sejumlah wisata pantai yang membutuhkan dukungan akses jalan ini di antaranya adalah Pantai Klatak, Pantai Gemah, Pantai Kutang, dan Pantai Sine di Tulungagung serta pantai Prigi di Trenggalek.

“JLS ini juga menjadi bagian penting dari format RPJMD Provinsi Jatim yaitu pembangunan berbasis kewilayahan. Karena itu wilayah utara dan selatan Jatim ini harus sama-sama tumbuh dan pengembangannya harus sama majunya,” ujarnya.

Khofifah menambahkan meski proyek JLS ini masuk dalam anggaran APBN dan Loan IDB, tetapi diharapkan bupati setempat turut mendukung proses pembangunan melalui upaya pembebasan lahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim Lintas Selatan Jawa
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top