Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pekerjaan Rumah Wali Kota Surabaya Masih Banyak, Utamanya Sektor Transportasi

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan wali kota berikutnya, salah satunya menyelesaikan infrastruktur dan transportasi umum.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 11 September 2020  |  15:15 WIB
Sebagai simpul ekonomi, truk kontainer maupun kendaraan niaga lain lazim ditemui di Kota Surabaya. - Antara / Didik Suhartono
Sebagai simpul ekonomi, truk kontainer maupun kendaraan niaga lain lazim ditemui di Kota Surabaya. - Antara / Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA – Pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga Imron Mawardi menyebut masih banyak pekerjaan rumah (PR) Wali Kota Surabaya dari berbagai sektor yang harus dirampungkan setidaknya oleh calon pengganti Tri Rismaharini kelak.

Menurut Imron, Surabaya sebagai kota penyangga utama memiliki kontribusi sekitar 24 persen terhadap perekonomian Jawa Timur. Sehingga Kota Surabaya diharapkan menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi Jatim.

“Ada beberapa hal yang perlu dilakukan wali kota berikutnya, salah satunya menyelesaikan infrastruktur dan transportasi umum. Tentu saja ini tidak bisa sendiri tapi butuh koordinasi dengan lintas kabupaten dan secara nasional,” jelasnya kepada Bisnis, Jumat (11/9/2020).

Dia mencontohkan proses pengembangan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) yang belum selesai perlu dikerjakan. Jalur ini bukan hanya untuk memecah kemacetan, tetapi juga berkaitan dengan status Jl. Diponegoro yang masih menjadi jalan nasional sehingga masih banyak truk melintas di tengah kota untuk menuju Perak.

“Itu harus dituntaskan, misalkan dengan adanya JLLB, maka truk dari selatan yang akan menuju Perak bisa melalui sana. Di samping itu, ada transportasi bus Surabaya yang belum maksimal karena statusnya dikelola Dishub dan belum komersial,” katanya.

Di sektor lain, kata Imron, wali kota baru nanti perlu menata pasar-pasar tradisional yang pengelolaanya dinilai belum sukses. Kondisi pasar tradisional ini perlu dicarikan solusi agar nasibnya jelas.

Sebut saja, Pasar Tunjungan yang tidak jelas nasibnya, apakah akan dibiayai Pemkot Surabaya melalui PD Pasar Surya atau pihak lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya Pilkada 2020
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top