Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Reaksi Risma saat 393 Guru SD dan SMP di Surabaya Positif Covid-19

"Fokus saya, ya, memutus mata rantai penyebarannya dan mengobati yang sudah sakit," ujar Risma.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 September 2020  |  11:03 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menggelar jumpa pers di rumah dinasnya Jl. Sedap Malam, Jumat (28/8/2020). - Antara
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menggelar jumpa pers di rumah dinasnya Jl. Sedap Malam, Jumat (28/8/2020). - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Sebanyak 393 dari 3.882 orang guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Surabaya, Jawa Timur, yang melakukan tes usap (swab test) massal gratis terkonfirmasi positif Covid-19.

"Jadi, tes usap untuk para guru ini akan terus kami lakukan. Meskipun banyak guru ditemukan positif, tapi tren kesembuhan di Surabaya juga sangat banyak, yang sembuh itu lebih besar daripada yang sakit, setiap hari sekarang seperti itu," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Surabaya, Rabu (2/9/2020).

Tes usap massal akan terus dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan mengobati yang sakit. Bahkan, Risma mengaku tidak terlalu mengurusi mutasi virusnya.

"Fokus saya, ya, memutus mata rantai penyebarannya dan mengobati yang sudah sakit," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan bahwa hingga saat ini total sudah ada 3.882 orang guru yang melaksanakan tes usap massal gratis dari pemkot.

Dari keseluruhan tersebut, baru 3.082 spesimen yang sudah keluar hasilnya melalui uji PCR Labkesda Surabaya, yakni 393 spesimen dinyatakan positif Covid-19.

Jumlah ini sama dengan 13 persen dari keseluruhan guru yang dites, sementara sisanya yaitu 2.675 spesimen atau 87 persen dinyatakan negatif Covid-19.

"Untuk guru yang positif langsung kami isolasi. Kalau yang sakit dibawa ke rumah sakit rujukan, sementara yang tanpa gejala dikarantina di Hotel Asrama Haji," katanya.

Irvan mengatakan dalam sehari Pemkot Surabaya bisa melakukan tes usap terhadap ratusan orang guru.

Pada Selasa (1/9/2020), ada 606 guru yang mengikuti tes usap massal di Labkesda Gayungan. Mereka merupakan guru SD, baik negeri maupun swasta yang berasal dari wilayah Surabaya Barat.

"Biasanya kami lakukan tes usap massal itu hingga pukul 11.00 WIB. Alhamdulillah selalu berjalan lancar dan para guru terlihat sangat antusias," ujarnya.

Mantan Kasatpol PP Surabaya ini juga menjelaskan bahwa tes usap ini tidak berkaitan dengan rencana pembukaan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Dia memastikan bahwa hingga saat ini rencana tersebut masih dievaluasi untuk menemukan formula yang tepat agar bisa meminimalisir penularan Covid-19 di sekolah.

"Kami cari yang terbaik. Kami utamakan pencegahan, jangan sampai terjadi penularan. Tidak harus menunggu semua guru sembuh, karena ini hal yang tidak berkaitan," katanya.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

walikota surabaya tri rismaharini covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top