Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inovasi Pembelajaran Bidang Kesehatan, Kamus Digital Suara Abnormal Pasien

Suara abnormal tersebut seperti jenis-jenis suara sumbatan airway, suara nafas paru, suara jantung, suara pemeriksaan perkusi di abdomen dan thorax, serta suara abnormal lainnya.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  22:00 WIB
Kamus digital suara abnormal pada pemeriksaan fisik pasien. - Istimewa
Kamus digital suara abnormal pada pemeriksaan fisik pasien. - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggagas kamus digital untuk mengenali suara abnormal dalam pemeriksaan fisik pasien, suatu yang penting bagi kegiatan pembelajaran mahasiswa ilmu keperawatan dan kedokteran.

Ketua Kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) bidang tersebut, Ranti Kurnia, mengatakan salah satu masalah yang ditemui mahasiswa kesehatan seperti mahasiswa ilmu keperawatan dan kedokteran, yakni belum banyak yang memahami apa dan seperti apa berbagai suara abnormal dalam pemeriksaan fisik.

“Suara abnormal tersebut seperti jenis-jenis suara sumbatan airway, suara nafas paru, suara jantung, suara pemeriksaan perkusi di abdomen dan thorax, serta suara abnormal lainnya karena terbatasnya media edukasi untuk mahasiswa kesehatan,” katanya di Malang, Kamis (13/8/2020).

Karena alasan itulah, dia dan anggotanya dari sekelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mempunyai solusi untuk mengatasi masalah ini.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC), Ardhia Ayu Pramesti, Ranti Kurnia Sari, Achmad Rifani Ardiyansyah membuat sebuah aplikasi pembelajaran digital untuk mengenali suara abnormal dalam pemeriksaan fisik pasien. Sekelompok mahasiswa ini menggagas “Dictionary Medical Audio Player”.

Adapun kegiatan pembelajaran kemampuan (skill) selama ini di laboratorium atau praktikum maupun dalam perkuliahan, saat diajarkan teknik pemeriksaan fisik pada pasien, masih hanya menggunakan media boneka phantom yang tidak mengeluarkan suara.

"Biasanya praktik dengan teman sejawat kuliah yang otomatis hasil suara pemeriksaan fisiknya dalam kondisi normal," ucapnya.

Terdapat beberapa mahasiswa yang mencari solusi permasalahan tersebut dengan mencari suara abnormal dalam pemeriksaan fisik secara individu di search engine melalui Youtube dan Google tentang bagaimana jenis-jenis suara abnormal.

Namun berdasarkan pengamatan, banyak mahasiswa yang tidak melakukan pencarian secara individu di search engine melalui Youtube maupun Google karena malas untuk mencari satu per satu dari jenis suara abnormal dalam pemeriksaan fisik.

Ranti menambahkan banyak sumber belajar dan informasi yang mampu memfasilitasi orang untuk belajar. Salah satu teknologi yang dapat menunjang pendidikan dilihat dari segi penggunaannya adalah smartphone android.

"Saat ini hampir semua orang memiliki smartphone android. Akan tetapi penggunaan smartphone android dalam dunia pendidikan belum dioptimalkan," jelasnya. Sehingga ia menilai pentingnya inovasi teknologi dalam pembelajaran.

Aplikasi ini baru, klaim Ranti, belum ada aplikasi Kamus Audio Medis yang khusus berisi tentang semua suara abnormal dan normal pada pemeriksaan fisik manusia.

"Karena itulah kami rancang untuk media pembelajaran mahasiswa maka kita lengkapi dengan fitur kuis. Aplikasi smartphone ini dilengkapi dengan suara hasil dari pemeriksaan fisik yang normal dan abnormal. Terdapat penjelasan dari literasi berupa jurnal atau buku yang terpercaya. Sistem pencariannya yang mudah," ujarnya.

Chairul Huda Al-Husna selaku pembimbing menyatakan, penciptaan konsep ini diharapkan bermanfaat bagi mahasiswa kesehatan untuk memahami berbagai macam suara abnormal dalam pemeriksaan fisik; membantu mahasiswa kesehatan dalam membedakan suara normal dan abnormal dalam pemeriksaan fisik.

"Juga, memberikan kemudahan mahasiswa kesehatan dalam memahami istilah yang disebutkan dosen tentang suara abnormal," ungkapnya. (K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim Universitas Muhammadiyah Malang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top