Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gagas PKPT, Pupuk Kaltim Berhasil Tingkatkan Produktivitas Padi Petani Jember

Inisasi program tersebut berhasil mendongkrak produktivitas pertanian setempat, dengan peningkatan hasil panen mencapai 35% dan nilai jual gabah diatas harga rata-rata.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  11:55 WIB
Foto: Dok. Pupuk Kaltim
Foto: Dok. Pupuk Kaltim

Bisnis.com, JEMBER - Dorong kemandirian petani melalui peningkatan daya saing hasil pertanian, Pupuk Kaltim gagas Program Kemitraaan Pertanian Terpadu (PKPT), dengan pilot project komoditas padi di atas lahan seluas 12 hektare di Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

Inisasi program tersebut berhasil mendongkrak produktivitas pertanian setempat, dengan peningkatan hasil panen mencapai 35% dan nilai jual gabah diatas harga rata-rata.

Panen perdana program dilaksanakan pada lahan seluas 2 hektare, mendapatkan hasil 10,7 ton atau meningkat 3,7 ton lebih dari sebelumnya 7 ton. 

Sekretaris tim PKPT Pupuk Kaltim Hilmi Syarif, mengungkapkan pilot project kemitraan PKPT diikuti 12 petani di Kecamatan Rambipuji, yang tergabung dalam satu kelompok tani.

Program perdana ini melibatkan kerjasama aktif sejumlah pihak, di antaranya distributor resmi Pupuk Kaltim, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Pemkab Jember, hingga offtaker untuk jaminan penjualan gabah jangka panjang. 

Program PKPT digagas sebagai upaya menggerakkan sumber daya di sektor pertanian, sekaligus mengedukasi petani untuk tidak sekedar menjadi penanam padi atau jagung, namun diarahkan pada pengelolaan hasil pertanian secara bisnis dengan produktivitas yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Hal ini melihat keterbatasan petani tradisional yang kesulitan meningkatkan hasil pertanian, karena disebabkan berbagai faktor, di antaranya kurangnya permodalan untuk pembelian pupuk, hingga keterbatasan pengetahuan tentang pengelolaan serta pengolahan lahan secara optimal.

“Dengan program ini, seluruh persoalan tersebut kita carikan solusi sejak awal, baik untuk jaminan pembelian pupuk hingga pengolahan lahan, serta pemilihan bibit secara baik dan benar,” kata Hilmi, saat panen perdana di Desa Kaliputih pada Rabu (5/8). 

Begitu pula untuk nilai jual gabah, hasil panen kali ini mendapatkan harga di atas rata-rata senilai Rp4900–5000 per Kg, dari sebelumnya dihargai Rp4600-4700 per Kg.

Hal itu melihat hasil panen memiliki kualitas yang jauh lebih baik, sehingga offtaker berani membeli dengan harga tinggi. “Kita optimis hasil akan terus meningkat, karena masih ada 10 hektare lagi hasil pilot project yang siap panen,” tambah Hilmi. 

Mewakili Manajemen Perusahaan, GM Pemasaran PSO Pupuk Kaltim Muhammad Yusri, mengatakan program PKPT merupakan salah satu instrumen kebijakan Perusahaan dalam mendorong sektor pertanian yang optimal dan berdaya saing, sekaligus solusi bagi petani untuk mendapatkan hasil pertanian secara maksimal.

Melalui program ini, petani akan dimudahkan untuk akses pembelian pupuk, hingga pemilihan bibit dan pengelolaan lahan melalui pendampingan berkala.

Sebab kemitraan yang terjalin merupakan bentuk sinergi dalam mendorong produktivitas, disamping edukasi pola pemupukan dan pengelolaan lahan secara berkesinambungan. “Ke depannya, pilot project ini akan terus dikembangkan di seluruh wilayah distribusi Pupuk Kaltim, sehingga produktivitas pertanian masyarakat semakin terdorong dengan hasil yang lebih optimal,” ujar Yusri. 

Bupati Jember Faida MMR, mengapresiasi gagasan Pupuk Kaltim pada program PKPT yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Dirinya mengaku sinergi yang terjalin melalui program kemitraan ini sangat dibutuhkan, sehingga petani lebih termotivasi untuk menggarap lahan pertanian secara produktif.

“Terima kasih atas upaya Pupuk Kaltim dan seluruh pihak dalam meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Jember. Terbukti dengan adanya kemitraan ini, menjadikan petani berdaya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan memantapkan ketahanan pangan,” tutur Faida.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petani pupuk kaltim jember
Editor : Media Digital
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top