Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Positif Covid-19 di Kota Malang Bertambah Lagi 36 Orang per-5 Agustus

Total pasien Covid-19 sebanyak 778 orang, sembuh bertambah 21 orang menjadi 428 orang,
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  07:27 WIB
Kandidat imunomodulator tanaman herbal asli Indonesia untuk pasien terinfeksi virus Corona baru yang sedang diuji klinis untuk subyek penelitian ke-90 di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Minggu (2/8/2020). - Antara/LIPI
Kandidat imunomodulator tanaman herbal asli Indonesia untuk pasien terinfeksi virus Corona baru yang sedang diuji klinis untuk subyek penelitian ke-90 di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Minggu (2/8/2020). - Antara/LIPI

Bisnis.com, MALANG — Positif Covid-19 di Kota Malang bertambah lagi 36 orang sehingga kumulatif menjadi 778 orang per-Rabu (5/8/2020).

Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengatakan sebanyak total pasien Covid-19 sebanyak 778 orang, sembuh bertambah 21 orang menjadi 428 orang, meninggal 59 orang, dan dalam pemantauan 291 orang, bertambah 15 orang.

“Tambahan konfirmasi positif sebanyak 36 orang terdiri atas PDP yang swab-nya keluar sebanyak 14 orang, tenaga kesehatan 2 orang, dan mereka yang melakukan kontak erat sebanyak 20 orang,” katanya.

Untuk suspek total sebanyak 1.788 orang (bertambah 10), yakni isolasi RS 117 orang (berkurang 3), dan probable 71 orang, dan discarded 1.341 orang.

Dalam perkembangan lain, Pemerintah Kota Malang tengah menyiapkan tenaga medis untuk mengoperasikan mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi material genetik virus corona penyebab COVID-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan bahwa mesin PCR bantuan salah satu perusahaan swasta tersebut, ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang.

"Alatnya masih belum bisa dioperasikan. Saat ini, kami masih melatih petugas di RSUD Kota Malang untuk mengoperasikan alat tersebut," kata Husnul di Kota Malang, Jawa Timur dilansir Antara Selasa.

Husnul menjelaskan pelatihan bagi para tenaga medis tersebut, rencananya berlangsung selama 3-4 hari. Setelah itu, mesin PCR akan siap dioperasikan untuk mendeteksi material genetik virus corona, dari sampling tes usap warga Kota Malang.

Ditempatkannya mesin PCR di RSUD Kota Malang, lanjut Husnul, karena rumah sakit tersebut merupakan salah satu rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 dan telah memenuhi standard yang ditetapkan.

"Mesin kami tempatkan di RSUD Kota Malang, karena telah memenuhi syarat, yakni meliputi luas ruangan dan ditempatkan pada ruangan bertekanan negatif," ujar Husnul.

Kapasitas mesin PCR tersebut, bisa memproses 32 sampel uji usap dalam waktu 30 menit. Diharapkan, jika nantinya mesin tersebut sudah bisa beroperasi akan mempercepat hasil tes usap para pasien agar mendapatkan penanganan lebih cepat.

Saat ini, di Kota Malang ada tiga mesin PCR yang ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang, Rumah Sakit Lavalette, dan Rumah Sakit Universitas Brawijaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim kota malang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top