Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 di Kota Malang Mendekati 500 Kasus, Ini Strategi Mengatasi

Ada positif Covid-19 meninggal 33 orang, sembuh 120 orang, dan dirawat 270 orang.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  20:49 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji (kiri) bersama dr. Mariya, Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang SDM Kesehatan saat beraudiensi dengan Wali Kota Malang Sutiaji di Malang, Selasa (21/7/2020). - Istimewa
Wali Kota Malang Sutiaji (kiri) bersama dr. Mariya, Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang SDM Kesehatan saat beraudiensi dengan Wali Kota Malang Sutiaji di Malang, Selasa (21/7/2020). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Tambahan positif Covid-19 di Kota Malang mencapai 17 orang sehingga secara kumulatif menjadi 423 orang per Selasa (21/7/2020).

Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengatakan dari kumulatif sebesar itu, meninggal 33 orang (bertambah 2), sembuh 120 orang (bertambah 13), dan dirawat 270 orang (bertambah 2).

“Tambahan konfirmasi positif, yakni 5 warga Klojen (L21, P43, P69/OTG), (P54/PDP), dan satu orang lagi belum masuk data rincinya,” ujarnya.

Selanjutnya, 4 warga Sukun (L9, L56, L50/OTG) dan satu belum masuk data rinci; 3 warga Lowokwaru (P53/OTG), (P41/swab mandiri), dan (PDP); 2 warga Kedungkandang (P46/PDP) dan (P62/PDP), 3 warga Blimbing (L21/OTG), dan 2 orang belum masuk data rincinya.

PDP total 586 orang, yakni PDP meninggal 64 orang, PDP sehat (selesai pengawasan) 252 orang, dan PDP perawatan 270 orang.

Sementara itu, ODR 4.476 orang, OTG 1.349 (bertambah 40), ODP 1.075 (bertambah 5), dengan rinci 76 orang dipantau, 997 orang selesai dipantau (bertambah 5), dan 2 orang meninggal.

Untuk memutus mata rantai Covid-19, Kementerian Kesehatan melirik potensi Kota Malang dalam suatu gerakan massif.

"Kami (Kemenkes) mencermati hambatan terbesar upaya memutus mata rantai covid 19 adalah rendahnya kedisiplinan dan kepatuhan. Yang mendasar adalah penggunaan masker, karena ini adalah pelindung/penjaga pertama dari paparan Covid-19, "ujar dr. Mariya, Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang SDM Kesehatan saat beraudiensi dengan Wali Kota Malang Sutiaji di Malang, Selasa (21/7/2020).

Dia percaya, pemda-pemda telah gencar meluncurkan program pembagian masker dan ataupun operasi penggunaan masker. Namun diperkirakan, masker sudah dibagi, setelahnya banyak yang tidak dipakai masyarakat.

“Ini faktor kepatuhan, kedisiplinan dan kebiasaan. Inilah yang akan kita bangun dalam sebuah gerakan masif yang melibatkan ibu-ibu (kaum perempuan)," jelasnya.

Dipilihnya Kota Malang dalam gerakan tersebut, kata dia, juga mempertimbangkan geliat prestasi TP PKK Kota Malang selama ini.

Kemenkes juga memperkenalkan program barunya telesehat.kemkes.go.id. yang fokus membangun kesehatan bersama-sama dengan bantuan teknologi informatika sehingga meminimalisir kunjungan langsung ke faskes terdekat dengan online.

Fasilitas mulai dari edukasi dengan berbagai materi yang bisa diunduh dengan mudah, Konsultasi gratis dengan dokter online seputar penyakit dan database Faskes terdekat.

“Menarik ini kita kembangkan dan kolaborasikan dengan coronadetektor.malangkota.go.id sambil kita kuatkan dengan konsultasi dokter,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Dia merespons positif ajakan Kemenkes terkait gerakan massif memutus rantai Covid-19. (K24)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim kota malang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top