Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Colliers : Proyek Hotel Baru Tunda Operasional Tahun Ini

Sejak pandemi Covid-19, proyek-proyek yang sedang dalam tahap konstruksi banyak yang terhenti, dan yang berencana beroperasi terpaksa mundur.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  17:49 WIB
Juru masak hotel menyiapkan hidangan makanan dengan menggunakan alat pelindung diri dan plastik pembatas di salah satu hotel berbintang di Medan, Sumatera Utara, Jumat (3/7/2020). Sejumlah hotel di Medan mulai menerapkan protokol kesehatan tatanan normal baru dalam pelayanan guna mencegah penularan Covid-19. - Antara/Septianda Perdana
Juru masak hotel menyiapkan hidangan makanan dengan menggunakan alat pelindung diri dan plastik pembatas di salah satu hotel berbintang di Medan, Sumatera Utara, Jumat (3/7/2020). Sejumlah hotel di Medan mulai menerapkan protokol kesehatan tatanan normal baru dalam pelayanan guna mencegah penularan Covid-19. - Antara/Septianda Perdana

Bisnis.com, SURABAYA - Colliers International memperkirakan sampai akhir tahun ini sejumlah proyek perhotelan baru baik di Jakarta, Surabaya dan Bali masih akan menunda rencana operasional hingga kondisi pasar membaik.

Senior Associate Director Colliers International, Ferry Salanto mengatakan memang sejak pandemi Covid-19, proyek-proyek yang sedang dalam tahap konstruksi banyak yang terhenti, dan yang berencana beroperasi terpaksa mundur.

"Sedangkan untuk proyek yang masih dalam konstruksi terhenti karena alasan keselamatan dan atau investor saat ini lebih memilih untuk menahan uangnya," katanya saat Zoom Meeting Update Property Market, Rabu (8/7/2020).

Adapun pasokan kamar hotel di Surabaya hingga semester I/2020 mencapai sekitar 15.000 unit. Jumlah kamar itu meningkat sedikit dibandingkan 2019.

"Selama semester I hanya ada satu hotel baru, dan itu mulai beroperasi pada Februari, artinya sebelum pandemi," ujarnya.

Dia menjelaskan kondisi pasar perhotelan sendiri sangat terganggu di semua wilayah, dan tingkat hunian menurun drastis menjadi hanya 15 persen dan orang lebih memilih untuk menunda perjalanan dinas atau rencana liburan.

"Kondisi ini masih akan terjadi sampai paling tidak vaksin ditemukan. Untuk saat ini, jaminan cleaning, hygiene and safety adalah yang utama yang perlu ditawarkan industri ini," jelasnya.

Dampak lain terhadap industri perhotelan adalah penurunan harga yang drastis, bahkan sampai akhir tahun belum akan ada kenaikan harga sewa kamar hotel yang signifikan.

Ferry memprediksi pada era new normal memang akan banyak perubahan layanan hotel, antara lain kebersihan menjadi hal yang utama, fasilitas dibatasi seperti gym, spa, kolam renang, tidak ada buffet, dan teknologi baru lebih cepat diaplikasikan, misalnya online check in dan check out.

"Tren kamar hotel juga menjadi minimalis untuk mengurangi jumlah barang-barang yang harus didisinfektan, masker dan physical distancing akan menjadi new normal," imbuhnya.

Namun begitu, lanjut Ferry, strategi ini tidak sepenuhnya bisa mengangkat kondisi hotel karena pada kenyataannya masyarakat masih cukup berhati-hati untuk bepergian dan cenderung lebih menyimpan uangnya dari pada mebelanjakannya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan menyebutkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jatim pada Mei 2020 mencapai 16,06 persen atau naik 0,24 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

"Sedangkan TPK hotel bintang 3 sebesar 18,14 persen merupakan TPK tertinggi dibandingkan TPK hotel berbintang lainnya," katanya.

Rendahnya TPK ini juga merupakan dampak pandemi yang mengakibatkan turunnya jumlah wisatawan mancanegara ke Jatim. Adapun pada Mei 2020, jumlah wisman yang datang ke Jatim turun 42,86 persen, dari 21 kunjungan pada April menjadi 12 kunjungan pada Mei.

"Selama periode Januari - Mei 2020, wisman terbanyak berkebangsaan Malaysia yang mencapai 10.451 kunjungan, Singapura 3.938 kunjungan, dan China 2.288 kunjungan," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti perhotelan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top