Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Corona Jatim Tertinggi, Ini Fakta-Fakta Santri Ponpes Gontor 2 Positif Covid-19

Penambahan kasus Covid-19 yang disebabkan Virus Corona hari ini 366 orang, dan pasien sembuh bertambah 205 orang, sehingga total pasien sembuh menjadi 5.319 orang.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  18:47 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Rahayu Kusdarini. - Antara
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Rahayu Kusdarini. - Antara

Bisnis.com, PONOROGO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada hari ini, Rabu (8/7/2020) mencatat, bahwa secara kumulatif kasus Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) berada di posisi pertama atau tertinggi di Indonesia dengan 14.967 kasus.

Adapun pada hari ini, penambahan kasus Covid-19 yang disebabkan Virus Corona adalah 366 orang, dan pasien sembuh bertambah 205 orang, sehingga total pasien sembuh menjadi 5.319 orang.

Sementara itu, pasien meninggal bertambah 23 orang, maka total pasien Covid-19 yang meninggal 1.102 orang.

Jumlah kasus Covid-19 di Jatim tersebut lebih tinggi dibanding kasus kumulatif Covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 13.211 orang, dengan total pasien sembuh 8.424 orang, dan total pasien meninggal 665 orang.

Sementara itu, kasus santri positif Covid-19 di Pondok Pesantren Gontor 2 di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, menjadi perhatian khusus Pemkab Ponorogo. Kasus Covid-19 itu membut ponpes diisolasi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo menjadwalkan penelusuran kesehatan 92 orang santri dan pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor 2 di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, yang diduga terlibat kontak erat dengan santri asal Sidoarjo yang terkonfirmasi positif Covid-19.

92 Santri Diperiksa

Dikutip dari Antara, Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Ponorogo Rahayu Kusdarini mengatakan, Selasa (6/7/2020) pihaknya akan memerika 92 santri untuk mengetahui riwayat kontak dengan santri yang positif Covid-19.


Nama-nama santri dan pengurus Pondok Gontor yang akan diperiksa sudah "dikantongi" pihak dinkes. Teknis pemeriksaannya tidak sebatas dengan metode tes cepat atau rapid test Covid-19, namun juga dengan metode tes usap atau swab test.

Untuk swab test maupun rapid tes dua-duanya dilakukan hari ini, Rabu (8/7/2020).


Teknis pemeriksaan dilakukan secara bertahap, yakni 92 santri dan pengurus Pondok Gontor yang sudah dilakukan penelusuran secara epidemologi dan diidentifikasi sebagai kontak erat/dekat lebih dulu dilakukan tes cepat Covid-19.

Jika hasil tes cepat reaktif, santri/pengasuh Pondok Gontor tersebut akan dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan metode tes usap atau swab test. Namun, jika nonreaktif, santri tersebut boleh kembali ke kamar/ruang pondok untuk melanjutkan proses karantina wilayah.

santri

Panitia mendata sejumlah santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor asal Banten yang akan kembali ke kampus mereka di Ponorogo di Stadion Maulana Yusuf Serang, Banten, Jumat (19/6/2020).

Santri Tertular dari Ayahnya

Kasus Covid-19 di Pondok Modern Darussalam Gontor 2 yang berada di Kecamatan Siman itu bermula saat seorang santri laki-laki berusia 17 tahun datang kembali ke pondok tersebut pada Rabu (17/6/2020) tanpa membawa surat keterangan sehat dengan hasil tes cepat Virus Corona dari daerah asal.

Sekitar dua pekan kemudian, Dinkes Jatim mendapatkan informasi apabila ayah kandung santri putra asal Sidoarjo itu terkonfirmasi positif Covid-19.

Dinkes Ponorogo kemudian mengambil langkah untuk memeriksa tes usap pada santri asal Sidoarjo itu. Hasilnya keluar Senin (6/7/2020) dengan keterangan positif Covid-19, sehingga langsung dilakukan isolasi di RSUD dr. Hardjono, Ponorogo.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo kemudian melakukan tindakan cepat dengan menutup akses masuk sementara ke Pondok Modern Darussalam Gontor 2 yang berada di Desa Madusari, Kecamatan Siman, termasuk bagi warga sekitar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top