Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Risma Gaungkan Surabaya Bermasker Selepas Polemik Pernyataan Presiden

"Kalau keluar rumah cuci tangan dan pakai masker," kata Risma lantang melalui pengeras suara. "Kita tidak boleh meremehkan."
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  21:25 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. - Bisnis/Peni Widarti
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta warga Kota Pahlawan disiplin menerapkan protokol kesehatan melawan Covid-19, termasuk mengenakan masker bila keluar rumah.

Risma mengampanyekan disiplin mengenakan masker dengan terjun ke masyarakat. Pada Minggu (5/7/2020), wali kota blusukan ke Kecamatan Gubeng dan Kecamatan Tambaksari.

Membawa mengaphone, dibonceng kendaraan roda dua berwana merah, Wali Kota Perempuan Surabaya dua periode ini mengingatkan warga yang ditemui untuk hidup sehat. Terutama mengenakan masker saat keluar rumah.

"Tolong pakai maskernya. Kalau pakai masker, bisa jaga keluarga," ujarnya.

Selain mengimbau mengenakan masker melalui megaphone yang dibawa, Risma juga membagikan masker ke sejumlah warga yang kedapatan tidak mengenakan penutup mulut dan hidung itu.

"Kalau keluar rumah cuci tangan dan pakai masker," kata Risma lantang melalui pengeras suara. "Kita tidak boleh meremehkan."

Wali Kota juga 'menyemprot' seorang pedagang masker karena tidak mengenakan alat penangkal penularan corona itu. Di titik lain, pedagang di toko ponsel juga sempat didatangi Risma.

"Tolong yang jualan juga pakai masker juga. Karena ketemu banyak orang," katanya.

Selain meminta mengenakan masker, Wali Kota beberapa kali meminta warga lansia tidak keluar rumah terlebih dahulu karena rentan terinfeksi Covid-19.

Akun Dinas Kesehatan Surabaya menegaskan kampanye Surabaya Bermasker bagian dari mempercepat penanganan Covid-19 dan penegakan protokol kesehatan.

Data kasus terkonfirmasi Covid-19 di Jawa Timur kini mencapai 14.321 orang dan 4.996 orang sembuh serta 1.053 orang meninggal per 6 Juli. Pasien positif per hari ini tersebut bertambah 308 orang dibanding hari sebelumnya.

Melihat fenomena itu, Pemprov Jatim juga menggemakan disiplin mengenakan masker bila keluar rumah. Melalui akun @JatimPemprov, diunggah imbauan,"Lindungi diri, gunakan masker pada saat keluar rumah."

Adapun bila merujuk data persebaran Covid-19 di Jatim per Minggu (5/7/2020), Kota Surabaya dilaporkan ada kumulatif terkonfirmasi 6.462 orang terinfeksi corona. Dari jumlah itu, 2.930 orang sembuh, 510 orang meninggal dan 89 orang pending (masih diverifikasi.

Sementara terkonfirmasi di Sidoarjo 1.977 orang positif corona, 263 sembuh dan 121 meninggal dan 12 orang pending (diverifikasi). Sedangkan di Gresik, ada 894 kasus positif, 101 sembuh, 90 meninggal dan 66 pending.

Adapun kab/kota lain di Jawa Timur mencatatkan kasus di bawah ketiga kota tersebut.

Tema perihal masker di provinsi dengan 38 kabupaten/kota ramai diperbincangkan bukan hanya pekan ini. Pada Jumat (26/6/2020), soal masker ini mengemuka karena Presiden Joko Widodo ke Jawa Timur pada Kamis (25/6/2020) dan mendapat laporan survei 70 persen warga belum mengenakan masker.

Risma sempat menanggapi laporan ini dengan nada menyangkal data tersebut, demikian dilaporkan sejumlah media. Akun Humas Pemkot Surabaya @BanggaSurabaya sampai mengeluarkan pernyataan,"Tidak benar Bu Risma mengkoreksi statemen Presiden terkait ketaatan masyarakat Jatim dalam menggunakan masker."

Lebih lanjut dituliskan,"Bu Risma hanya memberi tanggapan soal kondisi di Surabaya saja, sehingga tidak relevan apabila pernyataan Bu Risma dikonfrontasi dengan pernyataan Presiden."

Nah, terlepas dari polemik yang telah terjadi, tagar Surabaya bermasker hari nangkring sebagai salah satu trending di twitter. Semoga gaung itu linier dengan peningkatan kesadaran penggunaan masker di masyarakat. Alasannya seperti disampaikan Risma,"Dipakai maskernya, masih banyak yang sakit!"

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya walikota surabaya tri rismaharini
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top