Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OJK Malang: Perbankan di Daerah Masih Bisa Ekspansi di Tengah Corona

Pandemi virus corona ternyata masih memiliki ruang untuk ekspansi
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  13:03 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, MALANG—Otoritas Jasa Keuangan Malang menyebut perbankan di daereah tersebut masih bisa ekspansi di tengah corona karena tingkat loan to deposit ratio (LDR) mencapai 74,45 persen.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan indikator likuiditas perbankan dalam kondisi baik yang terlihat pada tingkat LDR 74,45 persen. Artinya, dana masyarakat yang tersimpan di bank tidak seluruhnya disalurkan ke kredit namun juga digunakan untuk mengantisipasi kebutuhan transaksi masyarakat.

Adapun, OJK Malang mengawasi perbankan di Malang Raya, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo.

"Hal ini juga memberikan ruang bagi perbankan untuk melakukan ekspansi kredit atau pembiayaan guna mendukung upaya pemulihan ekonomi masyarakat pada periode new normal sejak pandemi Covid-19," katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (27/6/2020).

Di sisi lain, profil risiko perbankan per April 2020 masih terjaga pada level yang terkendali dengan rasio kredit macet kotor (non performing loan/NPL) gross sebesar 3,24 persen.

Secara umum, katanya,  stabilitas sektor jasa keuangan tak mengalami hambatan.

 

Restrukturisasi kredit dan pembiayaan sampai dengan posisi 17 Juni 2020, restrukturisasi kredit perbankan telah mencapai Rp8,15 triliun yang telah diberikan kepada 79.958 debitur sedangkan untuk perusahaan pembiayaan telah mencapai Rp1,52 triliun yang telah diberikan kepada 58.901 debitur.

Untuk perusahaan pembiayaan, per 19 Juni 2020, OJK Malang mencatat sebanyak 71 perusahaan pembiayaan telah memberikan fasilitas restrukturisasi pinjaman.

Dari 87.440 permohonan restrukturisasi yang diajukan kepada perusahaan pembiayaan, terdapat 73.152 permohonan yang telah disetujui atau sekitar 83,66 persen.

Pada posisi April 2020, realisasi penyaluran kredit tumbuh sebesar 7,65 persen secara tahunan. Sementara itu, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 4,81 persen. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 9,67 persen secara tahunan.

Dari sisi investor pasar modal, otoritas mencatat jumlah investor mencapai 59.268 investor atau meningkat 56,59 persen secara tahun. Kegiatan di pasar modal dari sisi nilai transaksi saham sebesar Rp2,01 triliun atau naik 25,31 persen secara tahunan.

Lalu, dari sisi penjualan reksa dana Rp294 miliar dan US$22.447 atau naik 10,63 persen.

Terlepas dari itu, dia memprediksi kondisi ekonomi pada kuartal II/2020 terkontraksi karena turunnya penjualan ritel dan tingkat inflasi yang kurang positif. Selain itu, sektor ketenagakerjaan dan aktivitas manufaktur juga belum menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan.

Namun, dia mengimbau perbankan tetap menjalankan kegiatannya dengan menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, dia menganggap ruang ekspansi masih tetap ada kendati terdapat tekanan dari sisi ekonomi.

"Kami mengimbau kepada seluruh Lembaga Jasa Keuangan di Wilayah Kerja OJK Malang untuk tetap menjalankan kegiatan operasional dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK restrukturisasi utang Virus Corona ojk malang Restrukturisasi Kredit
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top