Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemudik dari Jatim di Karanganyar Terbukti Positif Covid-19

Satu orang bekerja di Nganjuk dan seorang lainnya di Wonokromo, Surabaya.
Sri Sumi Handayani
Sri Sumi Handayani - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  15:29 WIB
Ilustrasi sample darah yang terindikasi positif virus corona. - Antara/Shutterstock
Ilustrasi sample darah yang terindikasi positif virus corona. - Antara/Shutterstock

Bisnis.com, KARANGANYAR - Sejumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Karanganyar beberapa waktu terakhir ini muncul dari klaster pemudik.

Pekan ini, dua kasus Covid-19 baru dari klaster pemudik muncul kembali di Karanganyar yakni lelaki warga Desa Koripan, Kecamatan Matesih, 43, dan pria warga Desa Lemahbang, Kecamatan Jumapolo, 60.

Mereka adalah pemudik dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang pulang ke Kabupaten Karanganyar. Informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, warga Matesih merantau ke Kabupaten Nganjuk, Jatim, sejak tiga bulan lalu.

Dia membantu pekerjaan di salah satu pondok pesantren di Lengkong, Nganjuk, sebagai juru masak. Sedangkan pemudik asal Jumapolo bekerja sebagai penjual nasi goreng di Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Provinsi Jatim.

"Ada gejala, yaitu panas. Badan terasa panas, batuk, dan pilek kemudian periksa. Orang Matesih periksa ke puskesmas dikasih obat lalu pulang. Tetapi tidak sembuh. Lalu dirujuk ke RSUD Karanganyar," tutur Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono, saat menggelar jumpa pers di kompleks Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (26/6/2020).

"Orang Jumapolo juga mengeluh sama, badan panas. Periksa ke klinik di Jumapolo tetapi tidak sembuh. Lalu dirujuk ke RSUD Karanganyar. Hasil rapid test keduanya reaktif lalu dilanjutkan swab test positif Covid-19," jelasnya.

Juliyatmono menyampaikan dua pemudik tersebut dirawat di RSUD Karanganyar. Petugas melacak orang yang melakukan kontak erat dengan dua pemudik itu. Di Matesih terlacak sepuluh orang sedangkan di Jumapolo 23 orang.

Dia mengklaim 33 orang yang berkontak dengan dua pemudik tersebut sudah mengikuti swab test. Mereka diminta melaksanakan isolasi mandiri di rumah dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengirimkan bantuan paket sembako.

"Hasil swab test kedua untuk warga Matesih negatif Covid-19 tetapi hasil tersebut akan dievaluasi kembali. Satu kali lagi [swab test]. Di sisi lain hasil swab test kedua untuk warga Jumapolo masih positif," tutur dia.

Tambahan dua kasus terkonfirmasi positif Covid-19 itu menambah jumlah orang yang dirawat. Sebanyak lima orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang dalam perawatan.

Total kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar hingga Jumat siang 38 kasus. Perincian tiga orang meninggal, lima orang dirawat, dan sembuh 30 orang. Sementara itu jumlah OPD sepuluh orang dan PDP 19 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya kabupaten karanganyar

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top